Penemuan Mayat Penumpang Malioboro Ekspres di Pinggir Rel Boyolali Sisakan Misteri
Polisi mengevakuasi jenazah warga Malang yang ditemukan tak bernyawa di pinggir rel KA wilayah Ngemplak, Boyolali, Kamis (19/12/2019) pagi. (Solopos-Damar SP)

Solopos.com, SOLO -- Misteri menyelimuti kematian pria bernama Eboet, 40, warga Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Malang, Jatim, yang mayatnya ditemukan di pinggir rel kereta api (KA) di Dukuh Sadon RT 007/RW 007, Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Kamis (19/12/2019) pagi.

Hingga kini belum diketahui penyebab meninggalnya pria tersebut, termasuk bagaimana jasadnya bisa berada di pinggir rel wilayah Boyolali. Dari lembaran tiket yang ditemukan di antara barang-barangnya diketahui Eboet merupakan penumpang KA Malioboro Ekspres yang berangkat dari Stasiun Solo Balapan, Rabu (18/12/2019) pukul 21.33 WIB.

Kereta itu dijadwalkan tiba di Malang pada Kamis (19/12/2019) pukul 03.37 WIB. Tiket atas nama Eboet itu sudah dicetak dan berstatus check in.

Perempuan Meninggal Setelah Melahirkan di Indekos Karanganyar Pengidap HIV/AIDS?

Namun, Pejabat Humas PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, memastikan KA Malioboro Ekspres tidak melewati jalur Boyolali. Rute Malioboro Ekspres yakni dari Jogja ke Solo lalu Madiun, Nganjuk, Kertosono, dan terus ke timur sampai Stasiun Malang.

“Terkait tiket yang sudah dalam kondisi check in, bisa saja dilakukan satu pekan sebelum keberangkatan,” kata dia kepada Solopos.com, Kamis.

Jalur kereta di Sawahan, Ngemplak, ke arah utara hingga stasiun Salem, Gemolong, Sragen, hanya dilewati empat kereta yakni KA Kalijaga jurusan Purwosari Solo-Poncol Semarang, KA Brantas jurusan Kediri-Tanah Abang Jakarta, KA Matarmaja jurusan Malang dan Pasar Senen Jakarta, serta KA Sancaka Utara jurusan Solo Balapan, Solo-Surabaya Pasarturi.

Penumpang Malioboro Ekspres Ditemukan Tak Bernyawa di Rel KA Ngemplak Boyolali

Sebagaimana diberitakan, jenazah Eboet ditemukan di pinggir rel KA wilayah Ngemplak, Boyolali, pukul 04.16 WIB. Saat ditemukan, terdapat luka di jidat Eboet. Kaki kanan dan kirinya juga lecet.

Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati, mengatakan saat ditemukan, Eboet sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini jenazahnya sudah dibawa ke RSUD dr. Moewardi, Solo, untuk proses autopsi.

“Saat ini belum ada hasil pemeriksaan lanjutan dan masih menunggu keluarganya datang,” ujar Kapolsek ketika ditemui Solopos.com di kantornya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho