PENEMUAN BAYI SOLO : Ini Kisah Ganes Warga Mojosongo Temukan Bayi di Dekat Masjid
Ilustrasi penemuan bayi (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO—Penemuan bayi perempuan, Minggu (15/6/2014) pagi, menghebohkan warga Puncak Solo Residence, Mojosongo, Jebres, Solo dan sekitarnya. Orok masih berplasenta, penuh darah, dan cairan itu ditemukan di dekat Masjid Al-Ikhlas perumahan setempat dalam kondisi terbungkus plastik yang terikat kencang.

Beruntung, nyawa bayi tersebut masih dapat diselamatkan, meski sempat dikerubungi semut. Bayi kali pertama ditemukan oleh warga Mertoudan RT 008/RW 009, Mojosongo, yang bertempat tinggal di dekat Masjid Alikhlas, Ganes Tranggono, 53. Ganes saat ditemui Solopos.com, di rumahnya menceritakan, semula dia mendengar suara tangisan saat mususi atau membersihkan beras, pukul 05.30 WIB.

Kali pertama mendengar dia tidak terlalu memperhatikan karena mengira suara itu suara bayi kucing. Namun, beberapa lama kemudian suara itu kembali terdengar. Curiga dengan hal itu Ganes mengecek ke sumber suara.

“Suara itu berasal dari belakang rumah saya. Saat saya dekati suara semakin jelas berasal dari sisi barat masjid perumahan [Masjid Alikhlas Puncak Solo Residence]. Lalu saya melihat ada plastik yang bergerak-gerak. Saat plastik saya buka, saya kaget bukan main. Ternyata isinya bayi,” ulas Ganes.

Masih Ada Darah

Menurut dia, saat ditemukan bayi itu masih berplasenta atau masih memiliki tali pusar. Selain itu, orok tersebut masih banyak darah dan cairan. Kondisinya pun memprihatinkan. Posisi bayi kala ditemukan tengkurap dan punggungnya sudah dikerubungi semut. Setelah menemukan Ganes lantas membawanya menemui salah satu tetangga meminta bantuan untuk mengurus bayi tersebut.

Lalu bayi dibungkus menggunakan sarung untuk menghangatkan badannya. Selanjutnya bayi di bawa ke RS dr. Oen Solo untuk mendapat perawatan. Ganes merasa bersyukur menemukannya sejak awal, sehingga bayi dapat diselamatkan.

“Kalau saya menemukan pukul 06.00 WIB misalnya, mungkin bayi itu sudah enggak tertolong. Bagaimana tidak, wong plastik yang membungkus bayi itu terikat dua kali, kencang lagi. Selain itu kalau tidak segera ditemukan bisa jadi seluruh tubuh bayi sudah dirubung semut,” imbuh Ganes.

Dia mengaku tidak mempunyai firasat apa pun sebelum menemukan bayi tersebut. Namun, kala itu Ganes merasakan hal yang tidak biasa. Biasanya, Ganes enggan mususi di ruang belakang rumahnya. Pasalnya, ruang itu banyak nyamuk. Tetapi, pagi itu Ganes tidak mempermasalahkan hal tersebut dan merasa ringan melangkahkan kaki ke ruang belakang. Berkat itu lah Ganes bisa mendengar suara tangisan.

Kanitreskrim Polsek Jebres, AKP Teguh Sujadi, saat dimintai konfirmasi mengatakan pihaknya saat ini masih mencari orang tua bayi. Dia menduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap orang tuanya. “Kami masih berupaya mencari si pembuang bayi. Untuk sementara bayi kami titipkan di RS dr. Oen, Jebres,” papar Teguh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho