PENELITIAN GLOBAL WARMING : Panas Bumi Meningkat Lebih Cepat Berkali Lipat dari Prediksi Sebelumnya
Bumi dipotret dari langit (socialphy.com)

Solopos.com, NEW YORK – Penelitian dari Lawrence Livermore National Laboratory mengungkap fakta mengejutkan tentang pemanasan global. Dalam kesimpulannya, dinyatakan pemanasan global saat ini meningkat dua kali lebih cepat dibanding prediksi sebelumnya.

Dalam laporan Lawrence Livermore National Laboratory California seperti Solopos.com kutip dari Live Science, Rabu (8/10/2014), menyatakan sebuah penelitian peningkatan suhu tahu 1970-2003 tidak bisa dijadikan acuan untuk mengamati pemanasan global saat ini. Panas bumi disebut-sebut memanas drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lawrence Livermore National Laboratory bahkan menyatakan terjadi kesalahan dalam perekaman data di masa lalu. Data yang diambil menggunakan termometer di kapal-kapal kargo belakangan diketahui tidak akurat dan mencerminkan keadaan global warming di laut belahan bumi bagian utara dan selatan.

Faktanya pemanasan global saat ini membuat panas bumi meningkat berkali-kali lipat dibanding prediksi sebelumnya.

Lawrence Livermore National Laboratory menggambarkan keasalah perhitungan yang terjadi lebih karena termometer yang ada ternyata lebih banyak terpasang di kapal-kapal yang berlayar di lautan belahan bumi bagian utara. Sementara itu hanya ada sedikit kapal kargo yang mengukur peningkatan suhu di lautan belahan bumi bagian selatan. Oleh sebab itu, ilmuwan sejatinya menggunakan data yang tidak lengkap.

Lautan selatan bumi justru menyerap panas dari atmosfer dua kali lebih cepat dari perhitungan sebelumnya. Bahkan, saat ini lautan-lautan di bumi menyerap panas hingga 24-58 persen lebih banyak ketimbang yang diprediksikan oleh ilmuwan.

Hasil penemuan yang mengejutkan tersebut didapat setelah ilmuwan Lawrence Livermore National Laboratory membandingkan pengukuran suhu laut dari satelit dan model iklim dunia. Besar kemungkinan peningkatan suhu hingga dua kali lipat tersebut dapat mengganggu kestabilan ekosistem biota laut di daerah laut selatan bumi, termasuk meningkatnya aktivitas pencairan es-es di Antartika.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho