Berbagai temuan purbakala yang dikumpulkan Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Gua Lawa Sampung, Ponorogo. (Istimewa-Gayuh)

Solopos.com, PONOROGO -- Pengungkapan sejarah purba di Gua Lawa yang terletak di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, masih memerlukan proses panjang. Tim peneliti dari Arkeologi Nasional memperkirakan butuh waktu lima tahun secara intensif untuk melakukan penelitian di Gua Lawa tersebut.

Koordinator Peniliti dari Tim Puslit Arkenas, Djatmiko, mengatakan ekskavasi yang dilakukan tim mulai Sabtu (28/9/2019) hingga Minggu (14/10/2019) menemukan ribuan alat-alat purbakala yang terbuat dari tulang dan batu. Alat-alat tersebut digunakan manusia purba yang tinggal di Gua Lawa Sampung.

Setelah belasan hari melakukan ekskavasi di Gua Lawa ini, tim menemukan ribuan benda-benda purba yang sebagian besar dari tulang binatang. Tulang-tulang binatang itu dijadikan sendok, spatula, lancipan, sudip, dan lainnya. Saat ini, benda-benda purba tersebut dititipkan di Balai Arkeologi Jogjakarta.

"Ini penelitiannya masih panjang, jadi tidak bisa langsung disimpulkan. Tahun depan penelitian di Gua Lawa Sampung ini masih berlanjut," kata dia, Kamis (17/10/2019).

Alat-alat purbakala tersebut juga akan digabungkan dengan penemuan dari penelitian sebelumnya. Temuan-temuan ini juga untuk memutakhirkan laporan sebelumnya.

Nantinya, peniliti bisa menggambarkan denah gua, posisi gua, dan membuat peta baru di gua tersebut. Selain itu, dari benda-benda tulang belulang peneliti juga bisa mempelajari aspek lingkungan purba seperti apa.

"Kita juga bisa mempelajari aspek lingkungan purbanya seperti apa. Di sini dulu ada rusa, monyet, kerbau, bahkan dulu ada gajah di sekitar gua," jelasnya.

Djatmiko menjelaskan setelah sejarah di lokasi Gua Lawa ini berhasil terungkap tentu akan menjadi ilmu pengetahuan yang berharga dan bisa dipelajari pelajar. Selain itu, Gua Lawa ini juga bisa menjadi ikon Ponorogo, selain kesenian Reyog.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten