Peneliti LIPI Ciptakan Rel Berbahan Nikel, Cocok untuk Kereta Cepat

Jika pendanaan pengembangan rel ini dilakukan kontinu, kurang dari 5 tahun Indonesia mampu memproduksi rel berbahan nikel untuk kereta cepat.

 Ilustrasi perawatan rel kereta api. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perawatan rel kereta api. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan rel berbahan paduan nikel yang bisa digunakan untuk kereta cepat yang dikembangkan di Indonesia.

Tidak bisa dimungkiri, kereta api menjadi moda transportasi penting di Tanah Air. Angkutan berbasis rel ini menjadi primadona infrastruktur pengangkutan penumpang, kargo, dan barang yang strategis. Melintas di atas jalur khusus, kereta dikenal sebagai sarana transportasi antikemacetan dan lebih cepat dari moda angkutan darat lainnya.

Sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id, Sabtu (31/7/2021), para peneliti di Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2MM LIPI) tertantang untuk ikut membantu pengembangan industri perkeretaapian.

Salah satunya adalah Fatayalkadri Citrawati. Doktor lulusan New South Wales, Australia. Sejak awal dia ingin memanfaatkan potensi mineral lokal, ilmenit, yang mengandung nikel, dan banyak terdapat di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Dulu 1.400, Kini Lion Air Group Hanya Operasikan 140 Penerbangan per Hari

Itulah sebabnya, saat mendengar bahwa pemerintah meminta prioritas riset nasional dikaitkan dengan sarana transportasi untuk kebutuhan masyarakat, Fataya—begitu dia biasa disapa–berinisiatif menemui pihak KAI. Ia pun baru mengetahui bahwa komponen rel kereta masih diimpor dan hanya sebagian kecil saja dari komponen penunjang seperti baut yang diproduksi di dalam negeri.

Oleh karena itu pula ia memutuskan mengarahkan risetnya untuk menciptakan rel berbahan paduan nikel terutama bagi kebutuhan kereta cepat yang akan menjadi transportasi masa depan berbasis rel di Indonesia.

Sarjana strata 1 dari Institut Teknologi Bandung itu pun memulai riset dasar bersama tim pada 2017. Kemudian riset itu dilanjutkan dengan pengembangan rel berbahan nikel berupa purwarupa atau prototipe pada 2019 meski dalam skala laboratorium, yaitu berupa balok rel sepanjang 10 sentimeter.

Menurut Fataya, jenis rel kereta yang dipakai di Indonesia adalah UIC 54 dengan standar per 1 meter seberat 54 kilogram. Sedangkan untuk rel kereta cepat menggunakan tipe UIC 60 dengan berat 60 kg per meter. Selain spesifikasinya berbeda, bahannya pun juga tidak sama karena rel yang di seluruh jaringan kereta terbuat dari mangan.

Baca Juga: Dulu 1.400, Kini Lion Air Group Hanya Operasikan 140 Penerbangan per Hari

Jenis struktur logam yang dikembangkan oleh Fataya untuk pembuatan rel adalah bainite, struktur mikro seperti pelat yang terbentuk pada baja bersuhu 125-150 derajat Celcius.

Peneliti yang melanjutkan pendidikan strata 2 di Technische Universiteit Delf, Belanda itu menyebutkan, struktur bainite bisa diketahui ketika logam dipotong dan dilihat melalui mikroskop. Rel jenis ini memiliki kekuatan lebih tinggi dan sesuai untuk kereta cepat yang umumnya melaju pada kecepatan di atas 150 kilometer per jam dengan kekuatan antara 1.100-1.200 megapascal (Mpa).

Kondisi saat ini, pada semua rel yang telah terpasang di jaringan kereta milik KAI, berjenis pearlite untuk menahan kecepatan maksimal 120 km per jam atau menahan beban 1.054 Mpa.

Fataya sendiri perlu waktu untuk mematangkan penciptaan rel berbahan nikel karena masih jarang diproduksi akibat bahan baku nikel yang tidak mudah didapat oleh produsen asing.

Rel Nikel di Negara Lain

Polandia dan Jerman termasuk yang telah menerapkan rel berbahan nikel ini. Memanfaatkan sebuah software khusus, para peneliti ini kemudian melakukan simulasi pencampuran bahan, menentukan komposisi, temperatur, dan lamanya pemrosesan di dalam tungku. Proses produksi prototipe itu dilakukan dalam skala laboratorium.

Tak hanya menciptakan relnya, Fataya dan tim juga meriset agar mampu mengembangkan rel jarum wesel (crossing), yaitu jenis rel untuk kereta berpindah jalur dan tentu saja kebutuhan materialnya harus lebih kuat agar tidak cepat aus. Setelah uji coba skala laboratorium selesai dilakukan, maka dapat diteruskan ke pembuatan rel batangan skala utuh menggunakan proses deformasi dengan dimensi sekitar 2 meter.

LIPI, kata Fataya, menggandeng PT Pindad. Pasalnya, menurut dia, pihaknya tidak memiliki fasilitas memadai untuk keperluan itu. Pada tahapan ini, para peneliti ingin mengetahui kekerasan bahan dan kekuatannya apakah sudah sesuai dengan standar internasional.

Baca Juga: Naik Kawasaki KLX, Komandan Tim Sparta Solo Blusukan Bawa Beronjong

Setelah lolos uji ini, maka dilanjutkan dengan memasangkan purwarupa rel di salah satu lintasan KAI yang sepi. Kalau dalam uji coba tidak mengalami kerusakan atau patah, maka dapat diteruskan uji coba di jalur lebih padat.

Persoalan yang dihadapi Fataya dan tim selain waktu adalah juga pendanaan riset. Jika pendanaan bagi pengembangan rel ini bisa dilakukan secara kontinu, ia menjamin kurang dari 5 tahun Indonesia telah mampu memproduksi rel nikel untuk kereta cepat. Hal yang sama diyakininya berlaku bagi proses produksi skala utuh rel jarum wesel, meski bentuknya cukup rumit dan prosesnya lebih lama.

Berita Terkait

Berita Terkini

Huawei Luncurkan Tablet Edisi Anak Harga Rp2 Jutaan

Tablet khusus anak harga Rp2 jutaan diluncurkan oleh Huawei.

Terdampak Gangguan, Pelanggan IndiHome Dapat 2 Kompensasi

Telkom beri dua kompensasi untuk pelanggan IndiHome yang terdampak gangguan.

Perhatian: November, WhatsApp Blokir 53 Tipe HP

Daftar HP yang bakal diblokir awal bulan nanti.

Telkom: Layanan IndiHome dan Telkomsel Pulih 100%

Telkom menyebut layanan IndoHome dan Telkomsel sudah pulih walau kabel bawah laut belum selesai disambung.

Email Bocor Menguak Info Bos Apple Ngamuk Soal Bocornya Rahasia Perusahaan

Kemarahan Bos Apple Tim Cok tentang bocornya rahasia perusahaan terkuak lewat email yang bocor.

Ini Dia Galaxy M22, HP Baru Samsung Harga Rp2 Jutaan

Samsung Galaxy M22 resmi hadir di Indonesia dan bakal dijual secara flash sale akhir bulan nanti.

Ini Penilaian Kamera iPhone 13 Pro Max dari Videografer Kondang Petter McKinnon

Videografer kondan dari Irlandia menguji kemampuan kamera iPhone 13 Pro Max.

Jumbojack, Ponsel Lipat Garapan Google Bakal Hadir Akhir Tahun?

Google dikabarkan tengah mengembangkan pembuatan ponsel lipat yang berjuluk Jumbojack.

PBESI: Industri Game Indonesia Datangkan Rp30 Triliun, Siapa yang Untung?

Industri game di Indonesia mendatangkan pendapatan Rp30 triliun 2021 ini namun banyak mengalir ke developer aplikasi luar negeri.

Review Jujur Pengguna Telkomsel Orbit: Meski Harga Murah, Jaringan Tetap Stabil

Berikut ini terdapat review atau ulasan dari pengguna modem internet Telkomsel Orbit yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Apakah internetnya kenceng?

Kabar Gembira dari WhatsApp, Video Jadi Stiker dan Pesan Suara Jadi Teks

WhatsApp mengembangkan fitur mengubah foto dan video menjadi stiker, fitur tersebut dinamakan View Once.

Rumah Pendiri Google Terbakar, Warganet Amerika Justru Nyinyir

Rumah pendiri Google, Larry Page terbakar dan menimbulkan berbagai spekulasi bernada nyinir dari warganet Amerika.

Ada Loh, Teknologi Produksi Sepatu Olah Limbah Ampas Kopi dan Plastik

Teknologi produksi sepatu sneaker memanfaatkan ampas kopi dan daur ulang sampah plastik dikembangkan di Finlandia.

Voice Note di Whatsapp Kok Terdengar Lebih Cepat? Kenali Cara Ubah Setelannya

Kenali setelan kecepatan pemutaran pesan suara/voice note pada aplikasi Whatsapp.

Smartphone Baru Xiaomi: Redmi 10 Dijual Rp2 jutaan

Xiaomi meluncur Redmi 10 dengan kamera depan 50MP dan hanya dibanderol seharga Rp2 jutaan.