PENELANTARAN ANAK : STT Muhammadiyah Kaget Dosen Favorit Telantarkan Anak

PENELANTARAN ANAK : STT Muhammadiyah Kaget Dosen Favorit Telantarkan Anak

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tempat kejadian perkara pembobolan ATM (JIBI/Solopos/Dok.)

Penelantaran anak di Cibubur menggemparkan kampus STT Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor, tempat pelaku mengajar.

Solopos.com, BOGOR -- Kasus penelantaran lima anak di Perumahan Citra Grand Cibubur, Bekasi, menggemparkan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Para mahasiswa dan pimpinan kampus kaget mendengar kasus yang melibatkan oleh salah satu dosennya, Utomo Permono, 45, itu.

Ketua STT Muhammadiyah Cileungsi, Firmansyah Azharul, mengaku terkejut mendengar kabar itu. Sebab, sejauh ini, ia mengenal Utomo Permono berkelakuan baik. "Pihak sekolah sangat terkejut dan sangat menyesalkan yang menimpa keluraganya. Kami hanya bisa berdoa, agar semuanya bisa selesai," ungkap Firmansyah, Sabtu (16/5/2015), dilansir Okezone.

Dia melanjutkan, Utomo Permono menjadi dosen sejak 2013 dengan mengajar dua mata kuliah, yakni Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia di Teknik Industri. Menurut Firmansyah, seleksi penerimaan pengajar di Muhammadiyah sangat ketat dan mengedepankan nilai-nilai sosial serta kemanusiaan.

Pada pertengahan 2014, Utomo mengajukan cuti selama 3 semester dengan alasan ada masalah keluarga yang harus diselesaikan. "Ia datang ke ruangan saya untuk meminta cuti untuk mengurus permasalahan keluarga, tapi ia tak bercerita banyak soal masalahnya," paparnya.

Yang makin membuat kaget STT Muhammadiyah adalah status Utomo Permono sebagai salah satu dosen favorit mahasiswa di kampus tersebut. Bahkan, selama mengajar, ia memiliki rekam jejak yang baik dan tidak pernah berbuat masalah.

"Kami juga mempercayakan dia sebagai pembantu rektor bidang kemahasiswaan dan dosen pembimbing skripsi. Dia menjadi dosen favorit mahasiswa," ujar Firmansyah Azharul.

Berita Terkait

Berita Terkini

Manfaatkan Momen Ramadan dan Lebaran, Pameran UMKM Soloraya Digiatkan

Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya menunjukkan tren positif setelah terdampak pandemi Covid-19.

Sasar Objek Wisata, Babinsa Bulu Sukoharjo Kampanyekan 5M

Koramil 03/Bulu Kodim 0726/Sukoharjo bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Bulu terus melakukan kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan berupa 5M.

20.000 Pemudik Tiba di Karanganyar, Bupati: Mereka Pandai Cari Waktu Pulang

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyebut para pemudik yang tiba di Bumi Intanpari sebelum Lebaran 2021 pandai mencari waktu pulang.

Sidak Pasar Tumpah Sragen: Parkir Motor dan Oprokan di Bahu Jalan Bikin Macet

Pasar tumpah di sejumlah lokasi Kabupaten Sragen mengakibatkan kemacetan karena pedagang oprokan dan parkir kendaraan bermotor di bahu jalan.

Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan 4 Ide THR Unik dan Berkesan untuk Orang Tersayang

ShopeePay sediakan beragam produk dan layanan digital sebagai inspirasi THR Lebaran

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas