Kategori: Wonogiri

Penebang Kayu di Batuwarno Wonogiri Patah Tulang Tertimpa Pohon, Warga Inisiatif Bikin Tim Jaga Tangga


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI – Kondisi Sarpan alias Edo, 37, seorang penebang asal Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah, yang patah tulang dan tidak bisa bergerak membuat warga Desa Tegiri prihatin. Mereka pun berinisiatif membentuk tim jaga tangga untuk membantu merawat Sarpan yang dua bulan terakhir ini terbaring lemah di tempat tidur.

Sarpan alias Edo mengalami patah tulang belakang dan tulang paha kiri. Kejadian itu bermula saat dua bulan lalu dia melakoni pekerjaannya menebang pohon di kawasan Dusun Tompak, Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri.

Akibat kejadian itu, kini Edo tidak bisa banyak bergerak. Dia nyaris hanya bisa terbaring di tempat tidur. Bahkan untuk minum dan makan harus disuapi. Jika ingin buang air kecil dan besar dibantu memakai alat.

Baca juga: Kisah Sedih Penebang Kayu di Batuwarno Wonogiri: Patah Tulang, Kini Cuma Bisa Tiduran

Dia tinggal bersama istrinya, Satiyem yang berusia 81 tahun. Dalam kesehariannya, Edo merupakan tulang punggung keluarga. Ia mencari nafkah untuk dirinya dan istrinya sebagai tukang tebang kayu. Hingga kini keduanya belum dikaruniai anak.

Edo masih bisa berbicara, namun kesulitan menggerakkan tubuhnya karena patah tulang. Terlebih pada bagian perut ke bawah.

"Kalau bicara saya masih bisa. Tangan juga bisa saya gerakkan. Tapi kalau bagian tubuh dari perut ke bawah sulit. Ini di tulang ekor ada lukanya, saat dibersihkan sukarelawan tenaga kesehatan tidak terasa," kata Edo saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Hore! BLT Tahap III di Wonogiri Diperkirakan Cair Pekan Ini

Ketua Rukun Warga (RW) setempat, Aris Ardiyanto mengatakan, setelah tertimpa pohon Edo dibawa ke salah satu rumah sakit di Solo untuk menjalani operasi patah tulang di dua bagian tubuhnya. Edo dirawat di rumah sakit selama 14 hari. Penanganan operasi berjalan lancar dan biaya dicover KIS BPJS.

"Memang dia ini sehari-hari bekerja sebagai tukang tebang pohon. Saat menarik kayu yang ditebang menggunakan tali bersama warga lain, jarak posisi dia dengan kayu yang ambruk dekat. Saat lari sudah tidak bisa dihindari, namun teman-temannya berhasil lari," kata dia di rumah Edo.

Aris mengatakan, saat ini di bagian tulang ekor Edo ada luka yang berukuran satu telapak tangan. "Lukanya sampai tembus ke tulang. Dulu itu cuma kecil, kemungkinan karena mas Edo ini sulit bergerak dan banyak terbaring kemudian membesar. Selain itu kalau tidak bisa gerak juga lembab," ungkap dia.

Baca juga: Deretan Kuliner Khas Wonogiri yang Dirindukan Kaum Boro, Dari Nasi Thiwul Hingga Tempe Besengek

Jaga Tangga

Ia mengatakan, hingga kini Edo masih melakukan kontrol setiap dua pekan sekali di rumah sakit Solo. Dokter di sana menyarankan mencari perawat di dekat rumah untuk membersihkan luka itu secara rutin setiap hari. Kini setiap hari perawat di PKU Muhammadiyah secara sukarelawan bergantian membersihkan luka Edo.

"Kalau rumah sakit di sana memang penanganan tulang. Ini ada luka baru, maka sarannya seperti itu. Selain itu syaraf atau perasa di bagain perut ke bawah termasuk kaki kurang berfungsi baik. Kadang terasa kadang tidak terasa. Maka juga dilakukan terapi syaraf juga," ujar dia.

Baca juga: Wong Solo Ternyata Hobi Jajan Kuliner, Ini Buktinya

Atas kondisi itu, Aris bersama Kepala Desa Tegiri yang juga tetangganya, Sri Wahyuni, membentuk tim jogo tonggo untuk membantu Edo, baik dari segi perawatan maupun pengobatan. Tim itu mengelola keuangan dari para donatur untuk kebutuhan sehari-hari keluarga Edo.

"Bukanya apa-apa, kami murni membantu. Karena Bu Satiyem ini juga sudah sepuh, maka kami bantu kelola. Setiap hari ada laporan pemasukan dan pengeluaran. Kalau mas Edo butuh vitamin, suplemen atau makanan kami belikan. Begitu juga saat melakukan kontrol patah tulang," kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita