Karyawan RS Indriati Solo Baru mengikuti pendonoran darah massal di rumah sakit tersebut pada Jumat (14/2/2020). Kegiatan ini dilaksanakan RS Indriati bekerjasama dengan PMI Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com,SUKOHARJO - Bayu Krisnapati, 30 duduk di kursi lantai II Rumah Sakit (RS) Indriati, Jumat (14/2/2020). Karyawan RS Indriati itu menunggu giliran di cek kesehatannya untuk mengikuti pendonoran darah massal yang digelar RS Indriati  bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo.

Tiba giliran, Bayu langsung di cek tensi dan darah guna memastikan kondisinya sebelum sumbang darah. Setelah dinyatakan sehat, Bayu kemudian berbaring di dragbar dan petugas PMI mulai menyedot darahnya. "Ini pendonoran darah pertama saya, setelah terakhir berdonor darah sekitar tahun 2007-an," kata dia saat berbincang dengan solopos.com.

Bayu mengaku terhenti sumbang darah sejak SMA lalu karena kesibukannya. Padahal banyak manfaatnya dengan menyumbangkan darah. Salah satunya badan menjadi lebih sehat dan fresh.  "Yang penting sebelum sumbang darah, cukup istirahat dan makan pagi,” katanya.

Hal sama juga dirasakan karyawan lainnya, Syamridho, 21, sudah mulai menyumbangkan darahnya sejak duduk di bangku SMA. Dia pun merasakan banyak manfaat dengan mengikuti kegiatan sumbang darah tersebut. “Badan tidak gampang sakit. Tubuh lebih sehat,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga bisa mengetahui kondisi kesehatannya melalui cek kesehatan sebelum menyumbangkan darahnya. Seperti, kondisi tekanan darah dan HB.

Namun yang terpenting lagi, baginya kegiatan sumbang darah mampu memberi kebaikan kepada orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkan darah.

Dokter PMI Sukoharjo, Dea Pristy, mengatakan kegiatan sumbang darah ini digelar bekerja sama dengan RS Indriati. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat umum yang ingin menyumbangkan darahnya dan karyawan RS Indriati.

Dalam kegiatan ini, PMI tidak menargetkan jumlah kantung darah yang dihasilkan. “Sumbang darah kegiatan sosial dengan tanpa unsur paksaan. Sehingga tidak ada target harus berapa kantong darah. Minimal bisa 35 kantung lah,” katanya.

Dia mengatakan darah yang terkumpul masih akan dianalisis oleh unit pendonoran darah PMI. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi darah yang diterima PMI.

Apakah ada unsur kelainan darah atau penyakit menular seperti HIV/AIDS. “Jadi darah akan disumbangkan benar-benar darah yang sehat. Darah ada unsur kelainan tidak akan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

 

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten