Pendonoran Darah Kala Pandemi Covid-19, 40% Ya Sisanya Tidak
Pendonoran darah kala pandemi. (soloposfm.com)

Solopos.com, SOLO – Pandemi virus corona (Covid-19) tak hanya berdampak pada perekonomian, namun juga pasokan darah di Palang Merah Indonesia atau PMI Solo. Sementara permintaan darah tetap ada, namun stok menurun karena pendonoran darah berkurang.

“Permintaan darah [di PMI Solo] tetap ada, tetapi stoknya menurun. Karena di saat pandemi sekarang ini masyarakat yang mendonorkan darah berkurang. Bersyukur beberapa waktu terakhir ini beberapa bank melakukan pendonoran darah di kantor masing-masing. Petugas PMI pun datang ke bank-bank tersebut. Ini sangat membantu,” kata CEO sekaligus Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto dalam acara Dinamika 103 Solopos FM, Selasa (1/12/2020).

Mengenai stok darah yang tersedia di PMI Solo, Sumartono menyebutkan ada 1.300, dari biasanya mencapai 2.000. Angka tersebut menurutnya masih aman untuk empat hari. Karena pada masa pandemi ini permintaan darah juga turun 20%, sebab banyak masyarakat menahan diri ke rumah sakit.

Izin Ortu Masih Jadi Syarat Wajib Siswa untuk Ikut Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, dalam polling yang dilakukan Solopos FM melalui WhatsApp dan Instagram, sebanyak 44% responden menyatakan tetap melakukan pendonoran darah saat pandemi. Sedangkan 56 persen responden menyatakan tidak.

“Ini kondisi yang sangat dilematis. Ketika darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan harus bersinggungan dengan kondisi pandemi, maka ada keterbatasan pendonor. Ini adalah situasi yang wajar di tengah wabah virus yang menular, dan jelas ada ketakutan di situ dalam pendonoran darah,” ujar salah satu pendengar Solopos FM, Ahmad Sanusi.

KPA Solo Ungkap 64 Kasus Baru HIV/AIDS, 5 Di Antaranya Ibu Hamil

Screening Ketat

Menanggapi hal ini Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menegaskan PMI menerapkan screening dan protokol kesehatan ketat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan pendonoran darah.

“Selain pengukuran suhu badan, kami juga minta pendonor mengisi form untuk screening awal. Tempat juga kami semprot disinfektan setiap pagi dan sore, kemudian tetap jaga jarak, semua memakai masker. Ruangan di PMI juga diberi pengamat untuk filter HEPA sehingga semuanya aman,” jelas Sumartono dikutip dari soloposfm.com.

Target PAD Pariwisata Karanganyar 2021 Dipastikan Naik Meski Ada Pandemi

Sumartono mengakui di masa pandemi sebagian masyarakat khawatir dengan keamanan darah yang didonorkan. Untuk itu, dia kembali menegaskan bahwa PMI Solo melakukan screening yang ketat.

“Screening awal, ditambahkan form untuk masalah Covid, gejala apa pun mereka harus sampaikan. Kemudian setelah darah diambil, selalu melalui proses IMLTD [infeksi menular lewat transfusi darah] menggunakan mesin CLIA. Jadi kita tetap berupaya menyediakan darah yang sehat dan bersih bagi para pasien yang membutuhkan,” ujar Sumartono

Sumartono juga mengimbau bagi para penyintas Covid-19 untuk datang ke PMI, melakukan pendonoran plasma darah konvalesen. Di mana ini bisa menjadi salah satu alternatif terapi bagi pasien Covid-19.

 

Sumber: soloposfm.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom