Tutup Iklan

PENDIDIKAN SRAGEN : Pendidikan Gratis 2017 Juga Menjangkau TK

PENDIDIKAN SRAGEN : Pendidikan Gratis 2017 Juga Menjangkau TK

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kegiatan belajar mengajar. (JIBI/Solopos/Dok.)

Pendidikan Sragen, program pendidikan gratis mulai 2017 tak hanya SD-SMP tapi juga TK.

Solopos.com, SRAGEN — Program pendidikan gratis di Sragen mulai 2017 tidak hanya untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tetapi juga taman kanak-kanak (TK).

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah untuk pendidikan gratis itu hanya digunakan untuk membiayai pengadaan alat tulis kantor siswa dan tambahan honorarium guru wiyata bhakti (WB).

Penjelasan itu disampaikan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Sragen, Kusmanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (11/10/2016). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 22/2012, kata dia, sekolah dilarang memungut biaya kepada orang tua siswa tetapi boleh menerima sumbangan dari pihak mana pun, termasuk dari orang tua siswa.

Besar kecilnya sumbangan orang tua itu ditentukan berdasarkan rapat komite sekolah. “Nah, BOS Daerah itu diluncurkan untuk mengurangi sumbangan atau mengantisipasi pungutan. Selama ini ketika BOS tidak cukup, sekolah hanya mengharap sumbangan dari pihak ketiga. BOS Daerah nanti hanya untuk kebutuhan siswa di luar 13 komponen yang diatur dari pemerintah pusat, yakni untuk ATK siswa dan tambahan honor guru WB,” kata Kusmanto mewakili Sekretaris Disdik Sragen, Suwardi.

Kusmanto menjelaskan selama ini honor guru WB sebesar 20% dari dana BOS reguler. Setiap guru WB mendapat honor Rp100.000-Rp150.000 per bulan. Dana BOS Daerah digulirkan untuk menambah honor guru WB.

“Untuk tambahan honor guru WB masih dalam pembahasan. Yang jelas kebutuhan anggaran senilai Rp21 miliar itu sudah masuk dalam KUA-PPAS [Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara] APBD 2017,” jelas dia.

Kusmanto menyebut BOS reguler untuk SD dan SMP mencapai Rp95 miliar sementara BOS Daerah untuk SD dan SMP Rp14,86 miliar. Dia berpendapat tambahan dana BOS Daerah itu masih relatif kecil bila dibandingkan dana BOS reguler.

“Kami berharap setelah rencana ini disampaikan ke DPRD langsung disetujui atau malah ditambah,” kata dia.

Perbandingan BOS dan BOS Daerah Kabupaten Sragen 2017
BOS Daerah Sragen
a. TK : Rp200.000/siswa/tahun
b. SD : Rp150.000/siswa/tahun
c. SMP : Rp100.000/siswa/tahun
BOS Reguler
a. SD : Rp800.000/siswa/tahun
b. SMP : Rp1 juta/siswa/tahun
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.