Tutup Iklan

PENDIDIKAN SOLO : Pungut Biaya Pendidikan dari Ortu Siswa Diancam Pidana

PENDIDIKAN SOLO : Pungut Biaya Pendidikan dari Ortu Siswa Diancam Pidana

SOLOPOS.COM - ilustrasi siswa sekolah (JIBI/dok)

Pemkot Solo akan memberlakukan hukuman pidana bagi pelaku pungutan biaya pendidikan dari orang tua siswa.

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo bakal menerapkan aturan hukum pidana bagi personel satuan pendidikan yang terbukti memungut biaya dari orang tua siswa di luar ketentuan.

Pelaku terancam pidana kurungan paling lama enam bulan dan atau denda paling banyak Rp50 juta. Sanksi sebagai ketentuan pidana ini siap diterapkan berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan 2017 yang baru selesai dibahas.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Solo, Putut Gunawan, mengatakan pembiayaan pendidikan ini memang menjadi pembahasan serius. Di lapangan banyak terjadi pungutan yang dilakukan sekolah maupun komite sekolah.

Maka dari itu, Pansus sepakat menambahkan unsur pidana dalam regulasi baru ini agar satuan pendidikan khususnya negeri tidak seenaknya mengambil sikap. “Sekolah negeri dalam hal ini SD dan SMP di Kota Solo tidak boleh memungut biaya pendidikan kecuali yang sifatnya sukarela. Adanya sanksi pidana ini untuk mendorong adanya efek jera sehingga tak terjadi lagi pungutan yang memberatkan masyarakat dengan alasan apa pun,” paparnya, kepada wartawan, Kamis (19/10/2017).

Aturan ini disebutkan dalam Raperda tersebut pada Pasal 76, yakni satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah dilarang memungut biaya pendidikan. Selanjutnya pada ketentuan pidana disebut bagi kepala sekolah dan komite sekolah yang melanggar Pasal 76 dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Menurutnya, jika terbukti adanya pungutan oleh guru maupun kepala sekolah dari unsur pegawai negeri sipil (PNS), penyidikan dilakukan oleh pemerintahan, yakni Inspektorat. Sedangkan jika mereka dari unsur di luar sekolah, penyidikan diserahkan kepada penyidik umum kepolisian.

Dalam hal ini segala bentuk pungutan tidak boleh ditarik kepada para siswa di sekolah negeri. Hal-hal yang tak diperbolehkan antara lain pungutan untuk seragam, pakaian olahraga, sepatu, hingga bahan ajar untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Sumbangan untuk kebutuhan pendidikan masih diperbolehkan namun hanya yang bersifat sukarela atau tidak mengikat. “Sukarela ini artinya tidak terikat waktu, tidak terikat jumlah, dan tidak terikat sanksi. Maka dari itu, jika ada sumbangan yang ditentukan nominal, waktu, dan ada konsekuensinya termasuk dalam pungutan,” imbuhnya.

Kini, Raperda Penyelenggaraan Pendidikan telah dikirim ke Gubernur Jawa Tengah untuk memperoleh persetujuan. Pansus juga siap menggelar public hearing mengenai regulasi anyar ini pada 25 Oktober.

Nantinya, agenda dengar pendapat umum ini bisa diikuti melalui siaran langsung di sejumlah laman milik Pemkot Solo dan DPRD Solo. Masyarakat pun diberi kesempatan untuk memberikan usulan serta pendapat sebagai masukan sebelum aturan tersebut disahkan.

Anggota Pansus, Sugeng Riyanto, menambahkan ketentuan pidana ini berlaku untuk satuan pendidikan, yakni sekolah negeri di bawah Pemkot Solo yang melanggar soal pungutan. Tak hanya itu, ini juga berlaku bagi komite sekolah atau unsur di luar sekolah.

“Hal yang diperbolehkan adalah sumbangan sukarela yang tidak mengikat. Ini sekaligus mengakomodasi peran masyarakat yang mau membantu sekolah atas kehendak sendiri,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Swab PCR, Hasilnya?

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.