PENDIDIKAN SALATIGA : Persipda Salatiga Rajin Keliling, Minat Baca Siswa Tinggi
Aktivitas di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) Kota Salatiga. (Imam Yuda saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Pendidikan Salatiga dalam hal minat baca di kalangan siswa sekolah dasar terbilang cukup tinggi.

Solopos.com, SALATIGA – Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) Kota Salatiga terus berusaha meningkatkan minat baca di kalangan siswa sekolah dasar (SD). Salah satu upaya pendidikan warga kota yang dilakukan Persipda Salatiga itu tak lain dengan menggencarkan perpustakaan keliling ke daerah-daerah pinggiran.

Berdasarkan data yang diterima Semarangpos.com dari Persipda Salatiga, pada tahun 2015 lalu hanya terdapat satu unit mobil perpustakaan keliling di Kota salatiga. Namun, pada tahun 2016 ini, jumlah mobil perpustakaan keliling itu telah ditambah menjadi tiga buah.

Kepala Seksi Bina Perpustakaan dan Kerasipan Persipda Kota Salatiga, Rinaldi Anggoro Shakti, menyatakan bertambahnya armada perpustakaan keliling itu tak terlepas dari tingginya minat baca masyarakat, khususnya anak-anak SD di Kota Salatiga. Pernyataan Rinaldi ini didasarkannya pada data yang diperoleh dari hasil kunjungan siswa SD di perpustakaan daerah selama 2016.

Dari 1.000-2.000 pengunjung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga setiap harinya, lebih dari 50% adalah pelajar SD. “Rata-rata dari mereka kebanyakan membaca buku fiksi, dongeng, maupun cerita rakyat. Kalau buku pelajaran, biasanya sudah disediakan sekolah masing-masing,” ujar Rinaldi saat disambangi Semarangpos.com di Kantor Persipda Salatiga, Selasa (17/5/2016).

Rinaldi menambahkan meski banyak pengunjung yang hadir di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga, mayoritas mereka berasal dari lingkungan perkotaan. Sementara, anak-anak yang berada di pinggiran, jarang yang berkunjung ke perpustakaan kota itu.

Oleh karenanya, demi menumbuhkan minat baca siswa-siswa SD di daerah pinggiran kota, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga pun menggencarkan perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling itu beroperasi setiap hari di daerah pinggiran, seperti Nobo, Randuacir, Kauman Kidul dan Blotongan.

“Setiap mobil biasanya membawa 1.000-2.000 buku. Mereka biasa mengunjungi satu sekolah dua kali dalam sepekan. Syukurnya, strategi ini cukup berhasil. Banyak siswa yang merespons baik perpustakaan keliling itu. Mereka bahkan sering tak sabar menantikan kehadiran perpustakaan keliling itu,” imbuh Rinaldi.

Berdasarkan data Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Jateng, tingkat baca di Kota Salatiga memang terbilang tinggi. Pada 2015 lalu, Kota Salatiga bahkan menempati urutan pertama dalam hal kunjungan perpustakaan dengan lebih dari 355.000 pengunjung selama setahun. Angka akumulatif pendidikan warga kota melalui perpustakaan di Kota Salatiga itu mengungguli Kabupaten Wonosobo yang mendapatkan kunjungan sekitar 266.000 pengunjung/tahun.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom