PENDIDIKAN SALATIGA : Disdikpora Salatiga Terapkan Pendidikan Inklusif
Plt Wali Kota Salatiga Achmad Rofai melihat pameran di acara Seminar dan Pameran Pendidikan Inklusif Kota Salatiga 2016 di Wisma Kasih (Gedung Sinode), Jl. dr. Sumardi, Kota Salatiga, Jateng, Selasa (22/11/2016). (Salatigakota.go.id)

Pendidikan inklusif akan diterapkan sekolah di Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga menyelenggarakan acara Seminar dan Pameran Pendidikan Inklusif Kota Salatiga 2016 di Wisma Kasih (Gedung Sinode), Jl. dr. Sumardi, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (22/11/2016). Acara yang mengangkat tema “Melalui Pendidikan Inklusif Kita Wujudkan Masyarakat Kota Salatiga Yang Inklusif” itu secara resmi dibuka oleh Plt Wali Kota Salatiga, Achmad Rofai.

Dalam laporan penyelenggara, Kepala Disdikpora Kota Salatiga Niken Lidiastuti mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan pelaksanaan pendidikan inklusif di Kota Salatiga. Niken juga mengimbau masyarakat tidak membedakan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), terutama dalam bidang pendidikan. "Mereka memang beda, tetapi tidak untuk dibedakan," ujar Niken seperti dikutip Semarangpos.com dari Salatigakota.go.id.

Pendidikan inklusif adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar.

Sementara itu, Plt Wali Kota Salatiga Achmad Rofai dalam sambutannya mengatakan bahwa sistem pendidikan inklusif akan memberikan kesempatan belajar pada anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak normal pada umumnya. Ia juga berharap anak-anak berkebutuhan khusus dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata sehari-hari.

“Saya yakin, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Merupakan sebuah kewajiban bagi pemerintah untuk memberikan hak mereka agar mendapatkan pendidikan yang terbaik,” ucap sang pelaksana tugas.

Seusai membuka seminar, Achmad Rofai juga menyempatkan diri untuk melihat pameran yang terdiri atas 20 stand. Pameran tersebut menampilkan hasil karya siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, termasuk siswa-siswi berkebutuhan khusus.

Acara seminar yang juga memaparkan pendidikan inklusif itu dihadiri Ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus, Muwinar Yusuf, dan Kepala Pusat Layanan Autis Kabupaten Sidoarjo, Nanik Sumarviati, sebagai pembicara utama. Seminar tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas kepala sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA se-Kota Salatiga. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom