Ilustrasi pendidikan. (Reuters-Ammar Awad)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan turun satu digit pada 2020 nanti. Tingkat kemiskinan di Jateng yang pada tahun ini berada di angka 10,8% ditargetkan turun menjadi 9,8%.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku telah menyiapkan berbagai upaya untuk mewujudkan target tersebut. Salah satunya melalui sektor https://cms9.bisnis.com/admin/article/Banyak%20Siswa Tak Dapat SMAN, Dinas Pendidikan Jateng Petakan Daerah Tanpa Sekolah" title="Banyak Siswa Tak Dapat SMAN, Dinas Pendidikan Jateng Petakan Daerah Tanpa Sekolah">pendidikan. Hal ini diilhami oleh keberhasilan SMK Jawa Tengah menghasilkan tenaga kerja terampil sehingga mendapatkan gaji tinggi di perusahaan besar.

“Lulusan  SMK Jateng gajinya Rp9 juta-Rp25 juta lo. Mereka dari keluarga miskin 100%, maka otomatis dengan gaji segitu strata ekonomi keluarga langsung terangkat," jelas Ganjar, Rabu (4/9/2019).

SMK Jateng yang saat ini baru ada tiga unit, yakni di Semarang, Purbalingga, dan Pati, rencana diperbanyak. Tahun 2020, Pemprov Jateng telah menganggarkan pembangunan 15 SMK sejenis, yang juga menggunakan sistem boarding school gratis khusus diperuntukkan bagi siswa dari kalangan keluarga tidak mampu.

“Kita pusatkan di 15 kabupaten yang masih kategori miskin di Jateng," imbuh https://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo" title="Pilkada 2018: Ini Riwayat Hidup dan Sepak Terjang Ganjar Pranowo">Ganjar.

Tahun depan pula, Jateng akan memulai program sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK negeri.

"Tahun depan seluruh siswa SMA/SMK gratis biaya pendidikan," ujarnya.

Ganjar telah mengalkulasi biaya untuk menjalankan program biaya pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK itu. Setidaknya dibutuhkan dana Rp1,6 triliun untuk membiaya pendidikan gratis.

Program sekolah gratis itu pun telah disampaikan Ganjar di depan 120 anggota DPRD Jateng periode 2019-2024 yang dilantik, Selasa (3/9/2019).

“Saya minta teman-teman DPRD ikut mendukung politik anggaran pendidikan. Kita pastikan tahun ajaran depan siswa https://semarang.solopos.com/read/20190813/515/1011718/jateng-bakal-gratiskan-sma-smk-negeri-di-2020" title="Jateng Bakal Gratiskan SMA & SMK Negeri di 2020">SMA, SMK, dan SLB bebas SPP," katanya.

Menurut Ganjar jika biaya pendidikan ditanggung pemerintah, maka beban hidup warga miskin akan berkurang. Uang yang digunakan untuk membiayai pendidikan anak bisa digunakan menutup kebutuhan yang lain.

Selain program tersebut, lanjut Ganjar, tahun ini pihaknya juga menggenjot program beasiswa 10.000 siswa miskin, Jamkesda 901.770 jiwa , bantuan tunai untuk 12.764 warga nonproduktif, pembangunan 25 ribu rumah layak huni, sambungan listrik murah 15.000 kepala keluarga (KK), dan jambanisasi 10.000 KK.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan dalam lima tahun terakhir angka kemiskinan di Jateng turun lebih dari 1 juta jiwa. Terhitung sejak Maret 2014-Maret 2019 angka kemiskinan Jateng turun dari 4.836.450 jiwa menjadi 3.743.230 jiwa.

“Per Maret 2019 posisi kemiskinan kita di 10,8%. Tahun 2020 nanti kita targetkan 9,8%," tegas Ganjar.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten