Tutup Iklan

PENDIDIKAN BOYOLALI : Dukung Pembelajaran K3, Larangan Bawa Ponsel di Sekolah Tak Lagi Relevan

PENDIDIKAN BOYOLALI : Dukung Pembelajaran K3, Larangan Bawa Ponsel di Sekolah Tak Lagi Relevan

SOLOPOS.COM -

Pendidikan Boyolali, larangan bawa ponsel ke sekolah kini tak lagi relevan.

Solopos.com, BOYOLALI — Larangan siswa membawa telepon seluler (ponsel) di lingkungan sekolah kini dianggap sudah tidak lagi relevan. Alasannya, ponsel era saat ini bisa menjadi sumber informasi pembelajaran di sekolah.

Demikian diungkapkan Aris Munandar, Ketua Panitia Pelaksanaan Diklat Pendampingan Kurikulum 2013 di SMK An-Nur Ampel Boyolali, Kamis (5/10/2017). Menurut Aris, arah pendidikan Kurikulum 2013 adalah pembentukan karakter anak.

Dari situlah, sistem pembelajaran harus bergerak secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Tak hanya itu, sistem pembelajaran juga harus memanfaatkan teknologi dan informasi yang berkembang saat ini.

Ponsel salah satunya. Benda mungil tersebut, saat ini menjadi benda pintar sebagai dampak kemajuan zaman. “Ponsel ini menjadi sumber informasi pembelajaran. Jadi, ponsel bisa masuk ke sekolah karena menjadi alat pembelajaran dalam Kurikulum 2013,” jelas Aris kepada Solopos.com selepas Diklat.

Meski demikian, Kurikulum 2013 bukan berarti bertabur harapan tanpa hambatan. Menurut Aris, pemanfaatan teknologi sebagai kemajuan zaman terkendala oleh beberapa hal.

Salah satunya masih ada guru-guru paruh baya yang ketinggalan zaman. “Harus diakui masih ada guru-guru berusia di atas 50 tahun yang ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman,” paparnya.

Ada 56 guru yang mengikuti diklat tersebut. Mereka berasal dari enam sekolah, yaitu SMK Sudirman Ampel, SMK BK Ampel, SMK Pembangunan Ampel, SMK Islam Sejahtera Karanggede dan SMK Karya Dharma Veteran Teras, dan SMK An-Nur Ampel sendiri selaku Induk Klaster.

Acara dibuka Pengawas SMK Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Kejuruan (BP2MK) Wilayah Surakarta, Agung Setiyarto. Diklat digelar secara menarik dan menyenangkan. Materi juga disampaikan dengan simulasi. “Acara menggunakan dana bantuan pemerintah melalui Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

Aris mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan profesionalisme kinerja guru sehingga para guru mampu mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter sesuai visi dari Kurikulum 2013.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar