Pendataan Calon Penerima BPUM di Boyolali hingga 30 Agustus

Pendaftaran online hanya dapat diakses oleh pelaku usaha yang telah memiliki izin lengkap.

 Ilustrasi uang. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang. (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali telah mendata calon penerima bantuan bagi pelaku usaha mikro atau BPUM. Dinkopnaker masih menunggu usulan dari desa hingga 30 Agustus 2020 nanti.

Kepala Dinkopnaker Boyolali, Syawaludin, mengatakan pada pertengahan Agustus pihaknya sudah menerima petunjuk teknis mengenai pelaksanaan pemberian BPUM (bantuan produktif usaha mikro) dari pemerintah pusat.

"Secara garis besar, juknis [petunjuk teknis] itu menyatakan BPUM  itu diberikan kepada pelaku usaha mikro yang memenuhi persyaratan," kata dia kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Belasan Pasien Positif Covid-19 Klaten Jalani Isolasi di Luar RS

Syarat penerima BPUM di antaranya WNI (warga negara Indonesia), memiliki NIK, KTP, dan bukan ASN/TNI/Polri. Kemudian yang bersangkutan harus punya usaha mikro, dibuktikan dengan izin IUMK (Izin usaha mikro dan kecil) atau NIB (nomor induk berusaha).

Selain itu, pelaku usaha mikro bisa menjadi calon penerima bantuan BPUM ketika diusulkan melalui lembaga-lembaga penyalur, salah satunya dinas terkait.

"Pemahamannya, penerima bisa jadi belum punya NIK, NIB atau yang lain, tapi tetap bisa selama diusulkan oleh dinas dan lembaga penyalurnya. Tidak hanya dari dinas, bisa dari kementerian, BUMN, perbankan, maupun koperasi," kata dia.

Update Covid-19 Karanganyar: 1 Meninggal, 5 Dirawat, 4 Sembuh

Selanjutnya untuk pencairan BPUM senilai Rp2,4 juta per pelaku usaha itu akan langsung melalui rekening yang bersangkutan.

Dia mengatakan dalam hal ini Dinkopnaker Boyolali hanya mendata kemudian mengusulkan. Sementara yang menentukan lolos tidaknya usulan penerima BPUM adalah pemerintah pusat.

Sejauh ini Dinkopnaker Boyolali sudah melakukan sosialisasi dan sudah meminta pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan bersama kepala desa, untuk kemudian mengusulkan nama-nama calon penerima bantuan.

"Sebelum juknis turun, kami sudah mengusulkan sekitar 16.000 orang ke Kementerian Koperasi. Dari jumlah itu diverifikasi. Ada sekitar 7.500 yang NIK kosong, atau jumlahnya tidak 16 digit. Kemudian mulai 18 Agustus kami meminta kepala desa melakukan verifikasi, atau melengkapi berkas. Kami juga membuka usulan baru dari kepala desa dengan surat pernyataan. Artinya untuk menjamin jika orang-orang yang diusulkan itu benar-benar memiliki usaha," kata dia.

Pendaftaran Online Bisa Diakses

Usulan baru dari desa terkait calon penerima BPUM akan dibuka hingga 30 Agustus 2020.

"Jadi dari jumlah sekitar 16.000 orang yang diusulkan sebelumnya kemungkinan ada tambahan lagi. Ditambah nanti rekap dari pendaftaran online," kata dia.

Mayoritas Ortu Siswa PAUD-SMP Sragen Setuju Pembelajaran Tatap Muka

Untuk jumlah pendaftar online BPUM, hingga 18 Agustus lalu sudah mencapai sekitar 4.000 orang. Dia menjelaskan, untuk pendaftaran online hanya dapat diakses oleh pelaku usaha yang telah memiliki izin lengkap.

Untuk pendaftaran online akan ditutup hingga 28 Agustus nanti. "Setelah itu kami rekap, kami cek, kemudian kami usulkan," lanjut dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Solo, Tes Acak bakal Diperluas

Satgas Penanganan Covid-19 Solo bakal memperluas tes acak di sekolah lain yang menyelenggarakan PTM untuk antisipasi dini klaster penularan virus corona.

Peringatan Maulid Nabi ala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Siswa SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menulis sosok kisah Nabi Muhammad dan akan membukukan karya murid tersebut.

Tak Ada Temuan Siswa Positif Covid-19 saat PTM di Sragen

Disdikbud Sragen mengusulkan menambah durasi jam pelajaran untuk PTM yang semula tiga jam menjadi empat jam/hari untuk mengejar ketertinggalan materi.

Keren, STT Warga Vaksinasi Ribuan Warga Sukoharjo

STT Warga mendapat apresiasi dari Polres Sukoharjo karena membantu percepatan vaksinasi Covid-19, tidak hanya warga kampus tapi juga masyarakat umum.

Pemkab Wonogiri Atur Strategi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Tahun

Selain masalah kesehatan, Pemkab Wonogiri perlu memperhatikan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan sosial.

Event Pameran Dongkrak Transaksi Solo Great Sale 2021

Penyelenggaraan event pameran seperti Ekraf Mart 2021 dan BUMN-UMKM Great Sale 2021 turut mendongkrak transaksi Solo Great Sale.

PTM SMA/SMK di Wonogiri Pedomani Prosedur Provinsi

Di Kabupaten Wonogiri ada empat SMA yang sudah pernah menggelar uji coba, yakni SMAN 1-3 Wonogiri dan SMAN 1 Wuryantoro.

Rock in Solo Digelar Indoor, Down for Life Dipastikan Tampil

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan event Rock In Solo 2021 akan digelar Indoor namun masih merahasikan lokasinya.

Ketemu Atta Halilintar Seusai Laga PSG Pati Vs PSIM, Gibran Bilang Gini

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ketemu Atta Halilintar seusai pertandingan AHHA PS Pati vs PSIM Jogja di Stadion Manahan Solo, Selasa.

Ingin Toilet Umum Sebersih di Hotel, Ini Langkah The Sunan Hotel Solo

Toilet umum seringkali menjadi titik lemah dari kawasan pariwisata. Padahal toilet memiliki pengaruh yang cukup besar bagi citra pariwisata daerah.

Muncul Klaster Covid-19, Aturan PTM di Sekolah Solo Berubah?

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru tentang PPKM level 2 yang berlangsung mulai 19 Oktober hingga 1 November, aturan PTM berubah?

Bos Arisan Online asal Mojolaban Sempat Ngumpet di DIY Sebelum Terciduk

Ibu rumah tangga asal Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi pelaku penipuan berkedok arisan online sempat sembunyi di Sleman, DIY.

AHHA PS Pati Kalah Lagi, Reaksi Atta Halilintar di Luar Dugaan

Klub AHHA PS Pati atau PSG Pati kembali menelan kekalahan melawan PSIM Jogja dalam laga lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Selasa.

Polisi Wonogiri pun Dilatih Berkendara yang Aman

Polisi yang sudah dilatih diminta melatih warga di wilayah tugas masing-masing untuk meminimalisasi kecelakaan lalu lintas.

Klaten Hari Ini: 19 Oktober 2013, Diler Terbakar, 13 Motor Hangus

Delapan tahun lalu, 13 sepeda motor hangus dalam insiden kebakaran sebuah diler yang ada di Sutran, Bolali, Wonosari, Klaten ludes dilalap api, Jumat (18/10/2013) malam.