Pendapatan Negara Rp1.764,4 Triliun, Jokowi Berterima Kasih ke Pembayar Pajak!

Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para pembayar pajak yang sudah berkontribusi dalam memperkuat ekonomi Indonesia. 

 Hari terakhir pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pajak Surabaya, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Zabur Karuru)

SOLOPOS.COM - Hari terakhir pelaporan SPT Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pajak Surabaya, Selasa (31/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/ Zabur Karuru)

Solopos.com, JAKARTAPresiden Joko Widodo alias Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para pembayar pajak yang sudah berkontribusi dalam memperkuat ekonomi Indonesia. Dia mengatakan kuatnya ekonomi Indonesia satunya dibuktikan dari realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.764,4 triliun atau tumbuh 49 secara tahunan (year-on-year/yoy)

Lebih lanjut, realisasi pendapatan negara sampai dengan 31 Agustus mencapai Rp1.764,4 triliun terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.171,8 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp206,2 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp386 triliun. “Para pembayar pajak saya mengucapkan terima kasih karena penerimaan pajak sampai sekarang mencapai Rp1.171 triliun, tumbuh 58,” tuturnya saat membuka UOB Economic Outlook 2022, Kamis (29/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dia mengatakan angka pembayar pajak justru tumbuh di saat situasi ekonomi mengalami kesulitan. Jokowi mengatakan penerimaan bea dan cukai Rp206 triliun, tumbuh 30,5, tumbuhnya sangat melompat. Kemudian realisasi PNBP itu Rp386 triliun tumbuh 38,9. “Ini angka yang saya terima baru tadi pagi,” imbuhnya.

Baca Juga KPK Panggil Lagi Gubernur Papua Lukas Enembe

Bukan hanya itu, Jokowi juga memerinci dari sisi indeks kepercayaan konsumen yang meningkat di angka 124,7 sebab pada Juli berada di angka 123 sehingga menurutnya terdapat optimisme pemulihan ekonomi Negeri. Kemudian, dia mengatakan data ini berkaitan dengan perbankan, kredit tumbuh 10,7 ini juga menurut saya cukup tinggi, neraca dagang kita surplus 28 bulan berturut-turut yang pada bulan kemarin surplus US$5,7 miliar.

“Ini gede banget loh angka surplusnya,” kata Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan PMI manufaktur Indonesia berada di atas global yaitu 51,7. Berdasarkan data ekonomi tersebut, Jokowi optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus di kisaran 5,4% hingga 6 pada kuartal III/2022.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Pendapatan Negara Rp1.764,4 Triliun, Jokowi: Terima Kasih Pembayar Pajak!

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

      Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

      Proyek IKN Nusantara, Menteri PUPR: 183 Investor dari Malaysia Berminat

      Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan 183 investor dari Malaysia berminat terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

      Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

      Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

      Besok, Siaran Televisi Analog di Soloraya Dihentikan

      Selain wilayah Soloraya, penghentian siaran analog pada 2 Desember 2022 juga dilakukan di wilayah Yogyakarta, dan Jabar.

      Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam

      Profil Veronica Yulis Prihayati merupakan istri KSAL Laksamana Yudo Margono dan menjabat ketua umum Jalasenastri TNI AL.

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.