Pendangkalan dan Eceng Gondok Danau Rawa Pening Kab Semarang Bisa untuk Pulau Buatan
Rawa Pening di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Instagram—wisatasemarang)

Solopos.com, SOLO—Pendangkalan serta hyper-eutrofikasi atau pertumbuhan tananam air (eceng gondok) yang luar biasa di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dapat dimanfaat untuk pulau buatan. Hal itu dinilai lebih bermanfaat dan efisien dalam pengelolaan Danau Rawa Pening yang masuk dalam 15 Danau Strategis Nasional

Pengelolaan Rawa Pening juga perlu dilakukan secara global yang menggabungkan lintas sektoral. Edukasi kepada masyarakat baik secara umum maupun pengenalan sejak dini sehingga membangkitkan kesadaran masyarakat baik yang bergantung pada Danau Rawa Pening maupun masyarakat umum.

“Isu Rawa Pening bisa didiskusikan lagi pada segmen yang berbeda, misalnya mengenai RTRW yang saat ini sedang dibahas serta lebih tajam pada perencanaannya,” ujar Kepala Bagian KLHK & ESDM,  Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam, Setda Provinsi Jawa Tengah, Nova Adiwinanto, dalam Seminar Virtual Konservasi Tanah dan Air Seri 2 yang digelar Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (12/8/2020).

Tuntut Ganti Rugi, Warga Terdampak Waduk Jlantah Tlobo Karanganyar Minta Proyek Dihentikan

Dalam rilis yang diterima Solopos.com, seminar ini dimotori oleh Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) PC Jawa Tengah dan MKTI PC DIY. Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta ini juga bekerja sama dengan Prodi Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan BPDASHL di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Seminar virtual bertema Pengelolaan Rawa Pening sebagai Upaya Konservasi Tanah dan Air dalam Kerangka Penyelamatan Danau Strategis Nasional dengan menghadirkan dua nara sumber yaitu Irdika Mansur (Direktur SeameoBiotrop dan Dosen Fakultas Kehutanan IPB), serta Sutarni, S.Si. atau lebih dikenal Ibu Nanik (Pengiat Komunitas Peduli Rawa Pening dari Global Green).

 

Pertanian Terapung

Dalam presentasinya, Irdika menyampaikan mengenai pertanian terapung. Yaitu membuat pulau buatan yang digunakan untuk budidaya pertanian ataupun untuk wisata seperti di beberapa negara yang sudah mengaplikasikan teknologi ini. Sedangkan Ibu Nanik mempresentasikan mengenai PartisipasiMasyarakat dalam Konservasi Danau Rawa Pening.

Eksotiknya Candi Tersembunyi Selogriyo di Magelang

Di awal kegiatan, sambutan disampaikan oleh Dekan FP UNS, Prof. Samanhudi, yang memfasilitasi media virtual ini. Setelah itu dilanjutkan oleh Rochimah Nugrahini, Kepala BPDASHL Pemali Jratun yang juga mempresentasikan mengenai Rawa Pening serta program-program yang telah dilakukan di Danau Rawa Pening.

Seminar virtual Seri 3 akan digelar pada Rabu (19/8/2020) mulai pukul 09.00 WIB melalui media virtual.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom