Ilustrasi pendakian gunung (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May)

Pendaki tewas di Gunung Semeru karena tertimpa batu.

Solopos.com, SUKABUMI — Mahasiswi Universitas Pasundan Bandung, Dania Agustina Rahman, 19, tewas dalam pendakiannya di Gunung Semeru, Rabu (12/8/2015) pagi.

Pendaki muda Dania dikabarkan tertimpa batu saat menuju puncak Gunung Semeru. Ketika itu, berangkat pada tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB, Dania bersama dua temannya, Rosihan, Wiji, dan Rizki Akbar memulai pendakian. [Baca juga: Daniel Saroha Belum Ketemu, BBTNBTS Justru Temukan Jasad Pendaki Sukabumi]

Nahas, dilaporkan Okezone, Rabu, sekitar pukul 05.00 WIB, terjadi longsor di Gunung Semeru. Di insiden longsor itu, rombongan pendaki berhasil menghindar dari bencana.

Lalu, dilansir Liputan6, sekitar pukul 05.45 WIB, terjadi longsor susulan. Di longsor susulan inilah, Dania tertimpa batu dan menyebabkan darah mengalir dari telinganya.

Berdasarkan keterangan Kepala Bagian Data dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Khairun Nisa, selain Dania, pendaki M. Rendyka, 20, juga tertimpa batu.

Beruntung, Rendyka tidak sampai tewas, meski ia mengalami patah kaki. Rendy sendiri diketahui seorang mahasiswa Universitas Harapan Mandiri, Medan, Sumatra Utara.

"Kejadian sekitar pukul 05.45 pagi dengan lokasi kejadian keduanya sama, hanya sekitar 30 menit lagi saat perjalanan menuju puncak. Keduanya tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak Semeru," kata Khairun Nisa melalui pesan pendek di Malang, Rabu malam.

Sementara itu, Rektor Unpas, Eddy Jusuf, mengaku mendapat informasi soal Dania dari Rosihan yang juga mahasiswa di kampusnya. Rosihan sama-sama mendaki Semeru bersama Dania, Wiji, dan Rizki Akbar.

"Waktu longsor kedua itu Dania terkena batu," ujar Eddy, sebagaimana dilansir Okezone, Kamis (13/8/2015).

Menurut Eddy, Rosihan, sahabat Dania, sempat melakukan upaya untuk menyelamatkan Dania. Tapi nyawa Dania tak tertolong. Dalam kondisi kritis, Rosihan ternyata sempat menuntun Dania mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Di detik-detik terakhir, Rosihan sempat menuntun Dania mengucapkan dua kalimat syahadat sampai mengembuskan napas terakhirnya di pangkuan Rosihan," ungkap Eddy.

Jenazah Dania baru bisa dievakuasi beberapa jam kemudian oleh Tim SAR karena medan yang jauh dan sulit dijangkau. Sebelum dibawa ke Sukabumi, jenazah Dania dibawa petugas ke Rumah Sakit Lumajang.

Menurut sepupu Dania, Reynaldi, di Sukabumi, Rabu, Dania adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Dania tinggal bersama orang tuanya di Kompleks Perbata, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Dania dikenal sebagai sosok yang berjiwa petualangan sejak lama. Ketika duduk di sekolah menengah atas (SMA), jiwa petualangan Dania makin kentara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten