Pendaki Gunung Lawu Wajib Pakai Sepatu

Para pendaki yang hendak mendaki ke Gunung Lawu diwajibkan memakai sepatu untuk mencegah terjadinya cedera kaki.

 Petugas berjaga di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Jumat (10/1/2020). (Istimewa-Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Petugas berjaga di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Jumat (10/1/2020). (Istimewa-Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR Pendaki Gunung Lawu, khususnya yang melalui jalur pendakian di wilayah Karanganyar kini harus menggunakan sepatu pendakian. Ketentuan ini diberlakukan sejak pertengahan November 2021.

Promosi64% Pria di Solo Habiskan Waktu Lebih dari 41 Jam/Pekan untuk Bekerja

Keharusan ini diterapkan untuk melindungi pendaki Gunung Lawu dari risiko cedera kaki pada saat mereka melakukan perjalanan.

Baca juga: 5 Gunung Angker di Jawa Tengah: Lawu-Slamet

Salah satu sukarelawan di jalur pendakian jalur Candi Cetho, Eko Suwardi Memora mengatakan, berdasarkan pengalaman evakuasi pendaki yang mengalami masalah, sebagian mengalami cedera kaki karena mereka hanya menggunakan sandal gunung.

“Sejak pertengahan November ini semua pendaki harus menggunakan sepatu khusus pendakian. Aturan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi sering diabaikan. Berdasarkan peristiwa-peristiwa pendakian beberapa waktu terakhir, banyak yang kakinya keseleo karena mereka hanya pakai sandal,” ujarnya, Sabtu (27/11/2021) di pos registrasi jalur tersebut.

Baca juga: Gunung Lawu Dulunya di Dasar Laut, Ini Buktinya

Sementara itu, jika pendaki lupa atau tidak tahu aturan ini, mereka dapat menyewa sepatu di basecamp-basecamp di sekitarnya.

Pantauan Solopos.com di jalur tersebut, banyak pendaki Gunung Lawu yang sudah mempersiapkan diri naik gunung menggunakan sepatu. Namun ada juga pendaki gunung yang menggunakan sandal karena tidak tahu penerapan aturan itu. Selanjutnya penaki tersebut menyewa sepatu di basecamp di sekitar pos registrasi.

Baca juga: 4 Misteri Gunung Lawu: Pasar Setan & Kiai Jalak

Terpisah, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Sunardi, mengatakan aturan ini juga berlaku bagi pendaki dari jalur Cemara Kandang.

“Di Cemara Kandang juga sama, pendaki harus memakai sepatu untuk mengurangi risiko cedera pergelangan kaki,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Ingin Tampil Beda, Desa Ngabeyan Klaten Dihuni Banyak Patung Hewan

Banyak patung hewan menghiasi Desa Ngabeyan, Karananom, Klaten.

Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

R mengatakan terlapor GW akan membantunya membebaskan sang suami dengan bantuan orang dalam namun dengan syarat membawa sejumlah uang.

Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Asyiknya Keliling Desa Pasung, dari Naik Jip hingga Petik Buah Sendiri

Pengunjung di Desa Agrowisata Pasung, Wedi, Klaten, bisa menumpang jip offroad, menikmati kesejukan dan keindalan alam, hingga memetik buah sendiri.

Tanjungsari Boyolali Jadi Contoh Pengendalian Hama dengan Agens Hayati

Tanaman padi di Banyudono tetap mendapatkan serangan hama padi seperti serangan tikus, penggerek batang padi, serta Bacterial Leaf Blight (BLB) atau dikenal sebagai penyakit kresek atau hawar daun.

Eks Napiter Atok Ngaku Deg-degan Tiap Lewat Polsek Pasar Kliwon Solo

Eks napiter Roki Apris Dianto alias Atok mengaku selalu merasa deg-degan dan takut tiap lewat di depan Polsek Pasar Kliwon Solo.

2 Kali Teror Polsek Pasar Kliwon Solo, Eks Napiter Datang Minta Maaf

Seorang eks napiter Roki Apris Dianto datang ke Polsek Pasar Kliwon Solo untuk meminta maaf atas aksi teror bom yang pernah ia lakukan beberapa tahun lalu.

Prabowo Dihina, Gerindra Klaten Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

DPC Partai Gerindra Klaten tak terima dengan pernyataan Edy Mulyadi di YouTube yang dinilai menghina Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.