Pendaftaran KKO di SMPN 1 Solo Diusulkan Terintegrasi Sistem PPDB
Ilustrasi Pendidikan SMP (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO — Pendaftaran calon siswa untuk Kelas Khusus Olahraga atau KKO di SMPN 1 dipertimbangkan bisa terintegrasi dengan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB). Selama ini, pendaftar KKO menjalani seleksi secara terpisah dengan sistem PPDB.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Dwi Ariyatno mengatakan pertimbangan itu muncul karena ada masukan dari kalangan peminat kelas tersebut.

“Ada permintaan agar KKO di SMPN 1 Solo seleksinya digabung jadi satu dengan PPDB. Ini sedang kami pertimbangkan,” ujarnya saat ditemui di Jebres, Jumat (22/1/2021).

Ia menjelaskan, selama ini seleksi KKO di SMPN 1 Solo dilakukan secara khusus dan terpisah dengan PPDB jalur zonasi, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Mereka menjalani serangkaian uji seperti samapta, uji kesehatan, dan uji lain-lain dengan jadwal yang berbeda dengan jadwal PPDB.

Sedangkan pada 2021, mereka mengikuti sistem dan jadwal PPDB dengan menyertakan nilai hasil uji-uji tersebut.

Baca juga: Kisah Syifa, Gadis Remaja Penyelamat Ular Asal Solo: Awalnya Takut, Lama-Lama Terbiasa

Untuk diketahui, KKO di SMPN 1 Solo ini dibuka sejak tahun ajaran 2017/2018 dengan 13 cabang olahraga (cabor) bagi siswa. Cabor tersebut antara lain taekwondo, pencak silat, karate, atletik, renang, tenis lapangan, tenis meja, panahan, bola voli, sepak bola, anggar, dan judo. KKO dibentuk untuk menjaring bibit-bibit atlet olahraga agar berprestasi di cabor masing-masing.

Selain itu, KKO juga dibentuk sebagai rintisan sekolah khusus olahraga (SKO). Terkait hal ini, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan niatnya untuk mengusulkan salah satu lahan Pemkot Solo untuk dibangun SKO. Yakni lahan eks SMPN 3 di Timuran, Kecamatan Banjarsari. Saat ini SMPN 3 sudah dipindah ke Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan.

“Lahan eks SMPN 3 ini nanti akan digunakan sebagai SMA khusus olahraga. Nanti saya akan usulkan kepada Gubernur [Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo],” ujarnya.

Peminat Olahraga

Baca juga: Alhamdulillah, 8 Santri Ponpes di Colomadu Sembuh dari Covid-19

“Karena ini jenjang SMA, maka pengelolaannya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tapi bagi kami, SMA ini penting untuk mewadahi siswa peminat olahraga. Apalagi kami kan punya kelas olahraga atau KKO di SMPN 1. Eman-eman [sayang] kalau lulusan kelas olah raga ini menyebar ke mana-mana karena di Solo belum ada jenjang lanjutannya,” imbuh Rudy, sapaan wali kota.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom