Puluhan orangtua dan siswa duduk lesehan memenuhi teras SMPN 2 Sragen saat antre mendaftar di sekolah tersebut pada hari pertama pendaftaran PPDB 2019, Kamis (4/7/2019). (Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pendaftar SMPN di Sragen dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini ada yang dari Sumatra Utara hingga Kalimantan.

Mereka mendaftar dari jalur prestasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen mencatat mereka dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bekasi, Bandung, Cirebon, Kalimantan, Sumatra Utara, Nganjuk, Purwakarta Jawa Barat, dan kabupaten di sekitar Sragen, seperti Ngawi, Solo, Karanganyar, Boyolali, dan Grobogan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi jumlah pendaftar dari jalur prestasi yang diakses lewat ppdb.sragenkab.go.id, para siswa dari luar kabupaten dan luar provinsi itu mendaftar di SMPN 1 Miri, SMPN 1 Sambirejo, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Sambungmacan, dan SMPN 1 Jenar.

Di SMPN 1 Gondaang, misalnya, dari 28 pendaftar dari jalur prestasi, enam pendaftar berasal dari Bekasi, Jakarta Timur, Cianjur, Jakarta Barat, Tambun Selatan, dan Nganjuk. Di SMP dalam kota Sragen juga ada pendaftar dari luar provinsi, seperti di SMPN 1 Sragen yang pendaftarnya dari Cirebon Jawa Barat.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Prihantomo, mengatakan banyaknya siswa luar kota yang mendaftar ke Sragen disebabkan mereka merupakan keluarga perantau. Biasanya mereka di Sragen ikut keluarga atau ikut simbah.

“Ya, mereka hanya bisa mendaftar lewat jalur prestasi. Syarat dari jalur prestasi itu adalah siswa yang berasal dari luar zonasi sekolah. Makanya dari luar kabupaten dan luar provinsi bisa masuk,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (5/7/2019).

Kepala SMPN 1 Kedawung, Sragen, M.K. Sulistyadewi, menyampaikan kuota untuk jalur prestasi di sekolahnya sebesar 15% dari kuota 224 siswa. Pendaftar jalur prestasi relatif kecil, yakni hanya empat orang karena syaratnya harus dari luar zonasi. Jumlah pendaftar di SMPN 1 Kedawung per Kamis (4/7/2019) sebanyak 368 orang.

“Pendaftar yang paling banyak dari jalur zonasi reguler sebanyak 264 orang dan jalur zonasi KKM sebanyak 100 orang. Kemungkinan masih terus bertambah pendaftarnya karena masa pendaftaran sampai Sabtu [6/7/2019] ini,” ujar dia. Dewi, sapaan akrabnya, mengatakan dengan jumlah pendaftar sebanyak itu otomatis kuota terpenuhi. Ada 144 siswa yang tidak bisa diterima di sekolah tersebut.

“Tahun lalu ada 150 pendaftar yang tidak diterima. Hari ini [kemarin] ada enam pendaftar tambahan sehingga totalnya juga 150 orang yang tidak diterima. Mereka bisa ke sekolah pilihan kedua dan ketiga,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten