Tutup Iklan

Pendaftar Cakades Wiro Klaten Ini Terpaksa Mundur, Ini Alasannya

Tujuh orang mendaftar sebagai calon kepala desa (cakades) Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, hingga H-1 penutupan pendaftaran, Senin (21/1/2019) pagi. Namun, satu orang memilih mencabut berkas pendaftaran.

Pendaftar Cakades Wiro Klaten Ini Terpaksa Mundur, Ini Alasannya

SOLOPOS.COM - Spanduk penolakan cakades dari luar desa terpasang di Desa Wiro, Bayat, Klaten, Senin (21/1/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Tujuh orang mendaftar sebagai calon kepala desa (cakades) Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, hingga H-1 penutupan pendaftaran, Senin (21/1/2019) pagi. Namun, satu orang memilih mencabut berkas pendaftaran.

Salah satu anggota panitia Pilkades Wiro, Sri Winoto, mengatakan pendaftaran dibuka pada Kamis (17/1/2019) lalu. Dari tujuh orang yang sudah mendaftar, lima orang berasal dari desa setempat termasuk petahana atau incumbent.

Sementara dua pendaftar berasal dari luar desa setempat. Pendaftaran calon kades akan ditutup Selasa (22/1/2019) ini.

Ia menjelaskan panitia tidak bisa menolak siapa pun yang mendaftar sebagai calon kades asal memenuhi persyaratan termasuk warga dari luar desa. Mengacu pada peraturan, persyaratan pendaftar yakni warga Negara Indonesia.

“Dalam hal skor juga sudah diatur dengan penilaian yang jelas dalam perbup,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Desa Wiro, Senin.

Soal tingginya antusias pendaftar calon kades di Pilkades Wiro, Winoto tak mengetahui penyebabnya. Ia menjelaskan dari sisi tanah bengkok yang bakal dikelola kades terpilih juga tak memiliki keistimewaan.

“Tanah bengkok itu kalau digarap tidak mudah mendapatkan air setiap musim. Kalau soal luas wilayah, memang Wiro termasuk luas karena desa ini sejarahnya dari dua desa dijadikan satu,” tutur dia.

Di sisi lain, salah satu pendaftar memilih mencabut berkas pendaftaran sebagai calon Kades Wiro. Pendaftar itu bernama Wiji, warga Desa Nengahan, Kecamatan Bayat.

Wiji mengatakan alasannya mendaftar sebagai calon Kades Wiro seusai pensiun dari jabatannya sebagai salah satu Kadus di Desa Nengahan lantaran menilai Wiro memiliki wilayah yang luas serta tanah subur.

Ia menegaskan niatan untuk mendaftar berasal dari keinginan pribadi bukan dorongan orang lain. Namun, ia memilih mencabut berkas pendaftaran pada Senin siang lantaran baru mengetahui jika salah satu kerabatnya juga mendaftarkan diri sebagai calon Kades Wiro.

“Keponakan saya ternyata juga menjagokan diri sebagai kades di Wiro. Saya baru tahu kemarin. Saya juga eman-eman. Akhirnya saya memilih mencabut berkas pendaftaran,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Swab PCR, Hasilnya?

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.