Pendaftar Bantuan UMKM Rp2,4 Juta di Solo Membeludak, Kerumunan Tak Terhindarkan
Antrean panjang para pelaku UMKM saat mendaftar pengajuan Bantuan Sosial Produktif tahap II di Kantor Dinkop UKM Solo, Selasa (11/8/2020). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO -- Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM Kota Solo berbondong-bondong mendaftar sebagai penerima bantuan sosial produktif Rp2,4 juta, Selasa (11/8/2020).

Pantauan Solopos.com, pendaftaran bantuan bagi UMKM Solo ini menyita perhatian ratusan pendaftar. Bahkan jumlah pendaftar membeludak sekitar 700 orang sehari, dari jatah 500 orang.

Diberitakan sebelumnya, bantuan ini untuk mendukung UMKM kembali berproduksi setelah terdampak pandemi Covid-19. Bantuan sebagai bagian program pemulihan ekonomi nasional tersebut menyasar 12 juta UMKM se-Indonesia.

Jual ABG ke Pria Hidung Belang, Janda Madiun Ini Ditangkap

Nilai bantuan produktif bagi UMKM adalah Rp2,4 juta. Dengan demikian, pemerintah menyediakan Rp2,8 triliun yang bisa diakses 12 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Pedaftaran Bantuan Sosial Produktif tahap II dari Kementerian Koperasi dan UKM ini dilayani Dinas Koperasi dan UKM Solo pada Senin-Jumat (10-14/8/2020). Namun, baru hari kedua, jumlah pendaftar sudah membeludak.

Kepala Dinkop UKM Solo, Heri Purwoko, mengatakan pengajuan Bantuan Sosial Produktif Tahap II ini menyasar pelaku UMKM. Menurutnya, tidak ada kuota untuk masing-masing daerah, tapi secara nasional bantuan tersebut untuk 12 juta pelaku UMKM.

Nyeleneh! Kedai Ini Bikin Es Krim Rasa Indomie, Ada Taburan Bawang Gorengnya

Ratusan UMKM Serbu Kantor Dinkop UKM

“Nantinya mereka akan memperoleh bantuan modal sebesar Rp2,4 juta melalui transfer rekening bank. Maka dari itu, salah satu syarat pelaku usaha yang boleh mengajukan adalah memiliki rekening bank,” ujarnya saat ditemui wartawan, di kantornya, Selasa (11/8/2020).

Di Kantor Dinkop UKM Solo, ratusan pendaftar menyerbu kantor di kawasan Kota Barat, Solo, itu sejak Senin (10/8/2020). Layanan pendaftaran pengajuan bantuan UMKM ini sebenarnya dibuka hingga Jumat (14/8/2020) pukul 08.00 WIB-15.00 WIB.

Hiii... Prasasti China Berumur Seabad di Kebun Jati Semarang Ini Berisi Kutukan

Namun, pendaftar bantuan UMKM Solo sudah menunggu sebelum kantor dan pelayanan dibuka sejak pukul 06.00 WIB. Antrean panjang pun tak terelakkan. Pengajuan pendaftaran ini masih dilayani baik di kantor Dinkop UKM maupun di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) hingga Jumat (14/8).

Heri mengatakan sebenarnya bisa mempermudah penyaluran bantuan produktif bagi UMKM di Solo ini dengan hanya menyodorkan database UMKM binaan Dinkop UKM Solo.

Akan tetapi, jika ini dilakukan bantuan hanya tersalurkan untuk pihak-pihak tertentu. Sementara, banyak para pelaku UMKM belum terdata atau mendapat bantuan apa pun. Maka dari itu, pihaknya membuka pengajuan pendaftaran secara terbuka.

Kasus Perusakan Baliho Etik-Agus, Polres Sukoharjo Masih Identifikasi Pelaku

Di sisi lain, dia mengakui kebijakan ini membawa konsekuensi terjadi antrean panjang para pendaftar bantuan UMKM di Solo sehingga tercipta kerumunan.

Kondisi ini cukup riskan mengingat ada wabah pandemi Covid-19. Semestinya tidak ada aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

“Memang saya akui ini menimbulkan antrean panjang dan banyak orang berkumpul. Tapi, kami ingin bantuan ini bisa diakses siapa saja, bukan hanya UMKM yang menjadi binaan Pemkot Solo. Kami tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk selalu memakai masker dan jaga jarak, tapi kerumunan tak terhindarkan,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom