Ilustrasi Seragam PNS (Dok/JIBI/Solopos)

Pencurian Madiun melibatkan seorang PNS aktif di wilayah setempat. Bagaimana kisahnya?

Solopos.com, KOTA MADIUN – Entahlah,bagaimana gaya hidup seorang pegawai negeri sipil (PNS) ini? Pasalnya, meski telah menerima gaji bulana dari negara, PNS di Kabupaten Madiun ini masih gemar nyambi sebagai maling bersama rekan-rekannya.

Aksi PNS tak tahu diri ini akhirnya dibekuk aparat polisi Kota Madiun, Minggu (24/5/2015) lalu. PNS yang bertugas di Kantor Perpustakaan ini ketika beraksi di kawasan indekos Jl. Abimanyu, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo dan Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun bersama kedua rekannya.

Mereka adalah SBK, 30, warga Jl. Mangga, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rk, 32, warga Jl. Cokroamintoro, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dan HS, 39, warga Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Satu di antaranya tercatat sebagai PNS aktif di lingkungan Kantor Perpustakaan Pemkab Madiun.

"Ketiga tersangka yang kita tangkap ini merupakan spesialis pembobolan rumah kos dan rumah kosong yang melibatkan seorang residivis dan seorang oknum PNS aktif " Kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Tatang P Panjaitan, kepada Madiun Pos Senin (25/05/2015) dalam siaran persnya.

Komplotan spesialis indekos dan pembobol rumah kosong ini, lanjut Tatang, dalam aksinya selalu dilakukan malam hari dan hanya menggunakan satu sepeda motor. Dengan berboncengan ketiga tersangka berputar putar mencari sasaran rumah indekos atau rumah kosong yang sedang ditinggal pergi penghuninya.

“Setelah menemukan sasaran mereka berbagi tugas. Yang dua orang masuk rumah dan menguras habis isi rumah, alat elektronik dan barang berharga lainya, sedangkan satu orang di luar bertugas mengawasi keadaan,” terang Tatang.

Selain menggulung kawanan spesialis rumah indekos dan rumah kosong, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya laptop dan notebook serta sebuah handphone (HP) hasil curian dari dua TKP terakhir serta satu unit motor yang digunakan para tersangka dalam melakukan aksinya.

“Dari kedua TKP terakhir itu, akhirnya kami bisa melacak para pelakunya," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten