Tutup Iklan

PENCOPETAN SALATIGA : Mencopet di Angkutan Ambarawa-Salatiga, 2 Warga Ungaran Diringkus

PENCOPETAN SALATIGA : Mencopet di Angkutan Ambarawa-Salatiga, 2 Warga Ungaran Diringkus

SOLOPOS.COM - Dua pelaku pencopetan (kedua dan ketiga dari kiri) saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, Kamis (26/10/2017). (Facebook.com-Polres Salatiga)

Pencopetan oleh dua warga Ungaran di angkutan umum Ambarawa-Salatiga digagalkan korbannya.

Solopos.com, SALATIGA – Eko, 32, dan Slamet W, 49, warga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diringkus polisi lantaran terbukti melakukan pencopetan di angkutan umum jurusan Ambarawa-Salatiga, Kamis (26/10/2017) pagi. Kedua pria tersebut beralasan terpaksa mencopet demi memenuhi kebutuhan hidup.

Hal itu dipastikan Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, Jateng. “Untuk modus [operandi] pelaku adalah untuk biaya hidup, karena mereka berdua tidak memilliki pekerjaan yang tetap,” jelas Yimmy seperti disampaikan Polres Salatiga melalui media sosial Facebook, Kamis petang.

Yimmy menjelaskan Eko dan Slamet kini berstatus tersangka kasus pencurian dengan pemberatan dengan barang bukti tas berwarna cokelat berisi dompet dengan uang tunai Rp70.000, milik Evi, warga Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga yang mereka bawa. Evi yang menjadi korban pencopetan itu mengaku awalnya ia merasa curiga kepada Eko dan Wahyu yang menghalanginya saat hendak turun dari angkutan umum di Jetis, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Evi lantas menyadari dompet di dalam tasnya sudah raib. “Saya sadar dompet saya tidak ada di dalam tas, kemudian saya berteriak minta tolong kepada sopir. Kemudian datang pak polisi dan warga sekitar menangkap kedua orang tersebut,” terang Evi.

Sementara itu, Yimmy mengungkapkan dua pelaku kriminalitas berupa pencopetan di Salatiga itu terancam hukuman hingga tujuh tahun kurungan penjara. “Untuk kedua pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana tujuh tahun,” tandas Yimmy. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).

Solusi Atasi Sampah, PLN Beli Listrik dari PLTSa Terbesar Se-Jateng di Solo

PT PLN membeli energi hijau yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Solo yang terakumulasi di TPA Putri Cempo,