Kategori: Jateng

PENCEMARAN SUNGAI : 136 Sungai di Jateng Tercemar


Solopos.com/Insetyonoto/JIBI/Solopos

Pencemaran sungai di Jawa Tengah sudah sangat memprihatinkan. Tercatat ratusan sungai telah tercemar di Jateng. 

Solopos.com, SEMARANG-Sebanyak 136 sungai yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah dalam kondisi tercemar sehingga membahayakan kehidupan manusia.

Pengamat lingkungan hidup Prof. Sudharto P. Hadi mengatakan pencemaran sungai tersebut akibat sampah domestik dari rumah tangga dan limbah industri. “Dari data yang ada sebanyak 136 sungai di Jateng tercemar sampah domestik dan industri, sehingga kalau air dikonsumsi membahayakan kesehatan manusia,” katanya kepada wartawan di sela media gathering menjelang Kongres Sungai Indonesia 2015 di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang, Kamis (11/6/2015).

Sungai yang tercemar itu, menurut Prof. Darto, panggilan Sudharto P. Hadi antara lain sungai Babon, sungai Banjirkanal Kota Semarang, sungai Bengawan Solo, serta sungai Pekalongan.

Kondisi ini, lanjut dia, menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat masih rendah karena masih membuang kotoran dan sampah ke sungai sehingga membuat tercemar.
“Ibaratnya mau mencari barang apa saja ada di sungai karena hampir semua sampah dibuang ke sungai,” tandas mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Di samping dari sampah rumah tangga, sambuang Prof. Darto pencemaran sungai akibat pembuangan limbah industri yang berlokasi di sekitar aliran sungai. Meski banyak pabrik mengklaim sudah membuat instalasi pembungan air limbah (Ipal), tapi kenyataan masih banyak perusahaan yang membuang limbah ke aliran sungai sekitar pabrik.

“Untuk industri ini perlu dilakukan audit lingkungan untuk memastikan tidak membuang limbah ke sungai. Bila terbukti melakukan pencemaran air sungai perlu dilakukan penindakan hukum,” ujarnya.

Prof. Darto menambahkan perlu segera dilakukan langkah penanganan pencamaran sungai, untuk mengembalikan kualitas air untuk kehidupan manusia lebih baik. “Ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi semua pihak terkait , masyarakat dan pengusaha perlu terlibat,” tukasnya.

Sementara itu, guna mewujudkan sungai sebagai pusat peradaban bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia akan digelar Kongres Sungai Indonesia (KSI) di Banjarnegara.

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengatakan KSI dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Agustus 2015 mencakup pameran sungai Indonesia, gelar seni dan budaya, serta Festival Serayu dan Serayu Expo.
“KSI yang rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo rencananya dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan akademisi, birokrasi, aktivis, dan tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga adat seluruh Indonesia,” beber dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati