PENCEMARAN LINGKUNGAN : Kualitas Air Sungai Winongo Memburuk

PENCEMARAN LINGKUNGAN : Kualitas Air Sungai Winongo Memburuk

SOLOPOS.COM - Warga Desa Guwosari memprotes pembuangan limbah pabrik ke Sungai Bedog yang menyebabkan pencemaran ekosistem sungai, Minggu (5/6/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)

Hasil penelitian dengan metode biotilik menemukan kualitas air Sungai Winongo yang memburuk.

Solopos.com, JOGJA–Forum Komunikasi Winongo Asri menyebut sungai Winongo, khususnya yang mengalir di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul mengalami pencemaran skala sedang akibat limbah rumah tangga dan limbah industri.

Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohjiani menyebut, kesimpulan tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan penelitian dengan metode biotilik. Biotilik merupakan pemantauan kualitas air yang menggunakan indikator makhuk hidup berupa makroinventebrata (serangga air, udang dan cacing).

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian berkala sejak 2015 silam bersama Kelompok Studi Entomologi Fakultas Biologi UGM. “Sungai Winongo daerah atas sampai perbatasan Kecamatan Tegalrejo relatif masih baik. Dari jembatan Peta ke bawah tingkat pencemarannya lumayan,” jelas Endang di Kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogja, Sabtu (30/9/2017).

Hasil penelurusannya timnya Endang mengatakan, penyebab air sungai tercemar karena di sekitarnya ada peternakan babi, sapi dan pabrik tahu. Sementara di daerah Tamansari berasal dari limbah batik. Pencemaran di Sungai Winongo lanjutnya, tidak hanya disebabkan oleh limbah industri saja, tapi juga dari limbah rumah tangga. Hal ini terjadi karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal tidak hanya digunakan untuk membuang tinja saja tapi juga limbah lain seperti sabun.

Baca Juga : PENCEMARAN LINGKUNGAN : Sungai Opak Tercemar Limbah Beracun

“Pengolahan tinja menjadi tidak sempurna karena zat kimia yang ada dalam sabun membuat bakteri pengolah jadi mati. Selain itu dari 28 IPAL di Kota Jogja sebanyak 40 persen diantaranya tidak berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan Pemerintah Kota Jogja, melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, agar melakukan sosialisasi lebih banyak kepada masyarakat. Sehingga warga tahu IPAL komunal hanya boleh digunakan untuk membuang tinja saja.

Berita Terkait

Berita Terkini

Dukung Operasional Satgas Covid-19, Baznas Klaten Serahkan Bantuan

Baznas menyerahkan perlengkapan pendukung operasional Satgas Covid-19 di Kabupaten Klaten dalaman menangani pandemi Covid-19.

Digugat Cerai Suami, Unggahan Tyas Mirasih di Instagram Jadi Sorotan

Kabar kurang baik datang dari rumah tangga Tyas Mirasih, dia dikabarkan digugat cerai oleh sang suami yang bernama Raden Soedjono.

Dicari Suaminya, Perempuan Asal Plupuh Sragen Ternyata Sudah Mengapung di Bengawan Solo

Seorang perempuan asal Plupuh, Sragen, ditemukan mengapung tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo pada Rabu (4/8/2021)

Baliho Puan Bertebaran untuk Mengganjal Ganjar ke Pilpres, Benarkah?

Pemasangan baliho secara massif terkesan seperti menzalimi Ganjar Pranowo untuk maju juga di Pilpres 2024.

PPKM Level 4 Diperpanjang, Semarang Buka Akses 14 Ruas Jalan

Sebelumnya, ada 14 ruas jalan di Kota Semarang yang ditutup selama penerapan PPKM darurat, yang dilanjutkan dengan PPKM level 4.

Ada Puluhan Anak di Klaten Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19

Puluhan anak di Klaten menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal dunia gegara Covid-19. Begini langkah Pemkab Klaten.

Jembatan Baru akan Dibangun di Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo, Nilainya Rp35 Miliar

Semula pembuatan DED direncanakan dilaksanakan pada 2020, sedangkan pembebasan lahan pada 2021 namun realisasinya ditunda lantaran pandemi Covid-19.

Wong Sragen Wajib Tahu, Pertempuran Melawan Agresi Militer Belanda I dan II Pecah di 6 Lokasi Ini

Sejumlah tempat di Sragen memiliki nilai sejarah karena menjadi lokasi pertempuran pejuang melawan Belanda pada masa Agresi Militer I dan II,

Duh! Balai Desa Doyong Sragen Dibobol Maling, Seperangkat Komputer Raib

Balai Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen, yang berlokasi di tepi jalan Solo-Purwodadi dibobol maling pada Rabu (4/8/2021) dini hari WIB.

UNS Gelar Sertifikasi Dosen, Rektor dan Guru Besar Jadi Peserta Uji Kompetensi

Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuntut para dosen dituntut memiliki berbagai kompetensi kerja sesuai dengan tuntutan global

Seluruh Desa Sudah Terpasang Air PDAM, Musim Kemarau Tahun Ini Pracimantoro Wonogiri Bebas Kekeringan

Meski sudah memasuki musim kemarau, belum ada warga Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, yang mengalami dampak kekeringan.

70.000 Pelajar Kota Solo Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Sebanyak 70.000 pelajar usia 12-17 tahun di Kota Solo menjadi sasaran program vaksinasi Covid-19 yang dimulai Rabu (4/8/2021).