Pencarian Korban MJAA Dihentikan
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 5 Pantai Glagah melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Mangrove Jembatan Api-Api, Sabtu (17/3/2018). (Harian Jogja/Beny Prasetya)

Dari dua korban, baru satu korban bernama Bagas Irawan yang ditemukan

Solopos.com, KULONPROGO-Genap enam hari, pencarian satu korban yang terseret ombak di Pantai Mangrove Jembatan Api-Api (MJAA), Desa Jangkaran, Kecamatan Temon dihentikan oleh Tim SAR. Meski begitu tim pencari tetap menyisir sekitar Pantai Trisik, Glagah, dan Pantai MJAA.

Anggota Tim Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah Suparman mengatakan, sejak Jumat (23/3/2018), upaya pencarian langsung korban bernama Muhammad Amar Alfaribi, siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta secara resmi dihentikan. Kendati demikian, penyisiran masih terus dilakukan oleh tim pencari di sekitar pantai. “Tidak lagi ada pencarian. Yang ada sekarang penyisiran,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (23/3/2018).

Selain penyempitan wilayah, penghentian operasi pencarian itu, kata dia juga berdampak pada pengurangan jumlah personel. Jika sebelumnya, operasi pencarian melibatkan personel hingga 30 orang, kini hanya sekitar 15 personel. "Sekarang 15 orang yang bertugas setiap harinnya dan di tempatkan tiap pantai lima orang," katanya.

Upaya pencarian itu sudah seharusnya diganti dengan penyisiran sejak Selasa (20/3/2018) lalu. Pasalnya pencarian yang dilakukan di tengah laut itu terlalu membahayakan tim pencari lantaran gelombang di perairan selatan Jawa saat ini memang cukup tinggi.

"Saya empat jam di tengah laut pas Selasa itu sudah tidak karuan ombaknya, beberapa nelayan juga tidak melaut," ungkapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Temon Komisaris Polisi Setya Hery Purnomo mengatakan, hingga tanggap darurat berakhir di Selasa, tanda-tanda keberadaan korban tak kunjung ditemukan. Itulah sebabnya, terlebih dengan cuaca yang saat ini tengah terbilang ekstrem, dia mengimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati saat berwisata di tepi laut.

Begitu juga dengan pengelola wisata, Hery berharap pengelola senantiasa untuk mengawasi wisatawan agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari korban Amar. Semua pihak, mulai dari pengunjung hingga pengelola objek wisata harus ekstra waspada karena cuaca sedang tidak bersahabat," katanya.

Seperti diketahui dua pelajar tenggelam di MJAA Sabtu (18/3/2018) silam. Dari dua korban, baru satu korban bernama Bagas Irawan, 15 , pelajar SMP Muhammadiyah Piri 2 yang baru ditemukan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom