Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, menyebut Sutopo Purwo Nugroho sebagai Pahlawan Kemanusiaan. Tak hanya mengabarkan informasi tentang kebencanaan saat menderita kanker paru-paru, Sutopo juga kerap melawan informasi yang tidak benar (hoaks).

Sutopo yang menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) BNPB meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer, Guangzhou, Tiongkok, Minggu (7/7/2019).

Selain berjuang melawan penyakit kanker stadium 4B, dia juga tidak menyerah melawan berbagai berita yang simpang siur dan informasi bohong alias hoaks terkait bencana. Hal itu dia lakukan melalui media sosial yang dia kelola secara pribadi dan melalui siaran pers kepada para awak media.

Selama proses pengobatan kemoterapi di Indonesia, Sutopo selalu langsung kembali ke kantor untuk memberikan konferensi pers. Di rumah sakit ia membuat siaran pers dan menyebarkan ke ribuan wartawan yang dikelolanya dalam grup WhatsApp bernama Wapena dan Medkom BNPB 1-7.

Dedikasi Sutopo sebagai Aparatur Sipil Negara yang berprestasi telah dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang ia raih sejak 2012, baik untuk individu maupun untuk unit kerja yang dipimpin, yakni Pusdatin BNPB. Meski hampir semua penghargaan itu atas nama pribadinnya, namun bagi Sutopo semua penghargaan itu ia didedikasikan untuk BNPB.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten