Pencairan Dana Bermasalah, KSP Sejahtera Bersama Ditegur Pemkot Solo

Pemkot Solo memberikan teguran dan peringatan kepada KSP Sejahtera Bersama Regional Solo agar segera menyelesaikan pembayaran uang simpanan anggotanya.

 Perwakilan anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan kawasan Manahan, Solo, Selasa (30/11/2021). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

SOLOPOS.COM - Perwakilan anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan kawasan Manahan, Solo, Selasa (30/11/2021). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Pemkot Solo menegur dan memberi peringatan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama Regional Solo. Teguran kepada koperasi yang berkantor pusat di Bogor, Jawa Barat, tersebut lantara menunggak pencairan simpanan anggotanya dengan total tunggakan Rp270 miliar.

Promosi64% Pria di Solo Habiskan Waktu Lebih dari 41 Jam/Pekan untuk Bekerja

Meski demikian, Pemkot tak bisa memberi sanksi atau tindakan tegas karena KSP Sejahtera Bersama merupakan binaan pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Kasi Penyuluhan Dinas Koperasi (Dinkop) dan UKM Solo, Ismoyo, saat wawancara dengan Solopos.com, Rabu (1/12/2021).

Ismoyo mengatakan Dinkop tak tinggal diam saat mengetahui kasus gagal bayar yang melibatkan KSP Sejahtera Bersama Solo dengan 6.700 anggotanya. Menurut Ismoyo, Dinkop telah menegur pengurus koperasi agar pencairan simpanan segera diselesaikan.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia, WOM Finance Serahkan Bantuan ke Yayasan Lentera Solo

“Kami mendorong pembayaran simpanan jangan sampai molor lagi agar tidak muncul gejolak berkelanjutan. Kami juga meminta pengurus transparan soal data yang berkaitan dengan simpanan,” ujar Ismoyo.

Sebagai informasi, sejumlah anggota KSP Sejahtera Bersama Solo sempat menggelar aksi damai mempertanyakan simpanan mereka yang tak kunjung cair.  Sejak 16 April 2020, sekitar 6.700 anggota KSP Sejahtera Bersama Solo kesulitan mengambil simpanan yang totalnya mencapai Rp270 miliar.

Pencairan tahap I sebesar 4% dari total simpanan pun hingga kini belum diterima mayoritas anggota. Ismoyo mengatakan Dinkop telah mengupayakan mediasi untuk mengurai masalah tersebut.

Baca Juga: Ternyata Begini Interior Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Empat Kali Mediasi

“Terhitung ada empat kali mediasi yang sudah kami fasilitasi. Namun jawaban dari pengurus koperasi selalu sama. Mereka bilang tak punya wewenang karena semua keputusan ada di pusat [Bogor], selalu mentok.”

Lebih jauh, Dinkop mengaku tak bisa memberikan sanksi atau tindakan tegas karena KSP Sejahtera Bersama merupakan koperasi skala nasional. Artinya, pengawasan dilakukan Kementerian Koperasi dan UMKM. “Kami punya keterbatasan,” ujar Ismoyo.

Pejabat Humas Forum Anggota Koperasi Sejahtera Bersama (Fakta) Pusat, Frans Hartono, mengaku sudah menduga Pemkot Solo bakal kesulitan untuk mengurai permasalahan koperasi tersebut. Di daerah-daerah lain yang bermasalah dengan KSP Sejahtera Bersama, Frans menyebut hal serupa juga terjadi.

Baca Juga: Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

“Dinas Koperasi enggak bisa masuk dengan alasan koperasi ini di pusatnya di Bogor, level nasional. Akhirnya dinas hanya sebatas memfasilitasi , tidak bisa mendesak sebuah keputusan karena wewenang berada di pusat,” ujarnya.

Ia mendorong Kementerian Koperasi dan UMKM proaktif menyelesaikan problem perkoperasian di masyarakat. “Jangan sampai ini berlarut-larut,” ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager KSP Sejahtera Bersama Regional Solo, Yulia Wuryantini, belum juga dapat dimintai konfirmasi hingga Rabu pukul 16.00 WIB. Panggilan telepon Solopos.com tidak direspons. Yulia juga tidak bersedia menemui wartawan di kantornya untuk memberi penjelasan.

Sebagaimana diberitakan, belasan anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo menggelar aksi damai di kantor koperasi tersebu di wilayah Manahan, untuk menuntut pencairan uang simpanan mereka, Senin (30/11/2021). Mereka menyebut banyak anggota KSP tersebut yang dibuat menderita karena uang mereka tak bisa cair.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Ingin Tampil Beda, Desa Ngabeyan Klaten Dihuni Banyak Patung Hewan

Banyak patung hewan menghiasi Desa Ngabeyan, Karananom, Klaten.

Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

R mengatakan terlapor GW akan membantunya membebaskan sang suami dengan bantuan orang dalam namun dengan syarat membawa sejumlah uang.

Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Asyiknya Keliling Desa Pasung, dari Naik Jip hingga Petik Buah Sendiri

Pengunjung di Desa Agrowisata Pasung, Wedi, Klaten, bisa menumpang jip offroad, menikmati kesejukan dan keindalan alam, hingga memetik buah sendiri.

Tanjungsari Boyolali Jadi Contoh Pengendalian Hama dengan Agens Hayati

Tanaman padi di Banyudono tetap mendapatkan serangan hama padi seperti serangan tikus, penggerek batang padi, serta Bacterial Leaf Blight (BLB) atau dikenal sebagai penyakit kresek atau hawar daun.

Eks Napiter Atok Ngaku Deg-degan Tiap Lewat Polsek Pasar Kliwon Solo

Eks napiter Roki Apris Dianto alias Atok mengaku selalu merasa deg-degan dan takut tiap lewat di depan Polsek Pasar Kliwon Solo.

2 Kali Teror Polsek Pasar Kliwon Solo, Eks Napiter Datang Minta Maaf

Seorang eks napiter Roki Apris Dianto datang ke Polsek Pasar Kliwon Solo untuk meminta maaf atas aksi teror bom yang pernah ia lakukan beberapa tahun lalu.

Prabowo Dihina, Gerindra Klaten Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

DPC Partai Gerindra Klaten tak terima dengan pernyataan Edy Mulyadi di YouTube yang dinilai menghina Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.