Pencairan BPUM Dikeluhkan Warga, BRI Karanganyar Bantah Asal-Asalan
Pimpinan Cabang Kantor BRI Cabang Karanganyar, Wicaksono Hendiko Putro, (kiri), memberikan penjelasan kepada nasabah maupun masyarakat yang hendak mencairkan BPUM di kantor BRI pada Senin (19/10/2020). (Istimewa/Dokumentasi BRI Kantor Cabang Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah warga pengguna Internet menyampaikan keluhan perihal bantuan produktif usaha mikro (BPUM) untuk pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Bantuan yang nilai masing-masingnya Rp2,4 juta itu dipublikasikan melalui SMS blast.

SMS blast adalah pengiriman SMS dengan nama perusahaan pengirim jelas.Informasi itu dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber menyebutkan sejumlah warga internet mengeluhkan isi SMS blast tersebut.

Rata-rata isi SMS blast tersebut dinilai salah sasaran. Maksudnya adalah nama yang tercantum dalam SMS blast berbeda dengan pemilik nomor handphone atau orang yang menerima broadcast SMS. Isi SMS blast tersebut menyebut salah satu bank penyalur BPUM, yaitu BRI.

Serial Anime Shaman King Siap Rilis 2021

Warganet menyampaikan keluhan tersebut pada akun Facebook UMKM Karanganyar. Pimpinan Cabang Kantor BRI Cabang Karanganyar, Wicaksono Hendiko Putro, menuturkan BRI Kantor Cabang Karanganyar akan menyalurkan BPUM kepada 14.793 rekening.

BRI mulai melayani pencairan pada Senin (19/10/2020). Wicaksono menyampaikan kantor unit maupun cabang BRI di Kabupaten Karanganyar membeludak karena masyarakat hendak mencairkan BPUM. Sayangnya, tidak semua berjalan lancar.

"Betul, 50-an orang datang dengan persoalan. Nama A mendapat sms blast berhak menerima BPUM tetapi nama yang tertera pada isi sms itu B. Seperti ini, kami wajib memverifikasi, yaitu rekening, nama pemilik rekening, penerima sms blast, KTP, dan syarat lain. Kami laporkan ke kantor pusat," kata Wicaksono saat berbincang dengan wartawan, Senin (19/10/2020).

Hyundai Motor Kembangkan Mobil Terbang

Terhadap orang tersebut, lanjut Wicaksono, BRI meminta fotokopi KTP dan nomor handphone. BRI akan memverifikasi melalui database. Apabila hasil verifikasi menyatakan yang bersangkutan atau penerima sms blast mendapatkan BPUM maka akan dihubungi kembali oleh pihak perbankan.

"Kami enggak menyalahkan siapa pun. Kalau lolos verifikasi ya silakan membawa persyaratan, yakni fotokopi KTP, fotokopi buku tabungan, foto usaha. Mereka akan diminta mengisi formulir dari BRI dan berfoto dengan formulir tersebut. Kalau memang bukan penerima ya otomatis belum bisa mencairkan," ujarnya.

Bantah Asal-Asalan

Dia memastikan BRI Karanganyar tidak mungkin asal-asalan memverifikasi penerima BPUM karena berkaitan dengan uang negara dan administrasi. Persoalan lain muncul ketika nasabah BRI datang ke kantor untuk mencetak buku rekening. Saat itu diketahui bahwa yang bersangkutan menerima BPUM Rp2,4 juta. Padahal, yang bersangkutan belum menerima sms blast. Dia menyampaikan bahwa BRI akan tetap memproses dan mencairkan uang tersebut.

Mau Modifikasi Jok Motormu? Ini Tips Honda

"Hari ini ada persoalan lain. Tetangganya dapat, dia belum dapat. Nah datang ke BRI minta dicekkan KTP-nya dapat BPUM atau tidak. Ini yang membuat antrean penuh. Padahal belum mendaftar, tidak tahu bantuan apa, dan tidak punya usaha. Tetap kami layani tetapi kami pisahkan dari antrean lain," tutur Wicaksono sembari terkekeh.

Wicaksono menegaskan BRI Kantor Cabang Karanganyar bertindak sebagai penyalur BPUM. Sumber data penerima BPUM tahap ini berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM dan BUMN lain. Pada kesempatan itu, Wicaksono menyampaikan penerima BPUM tidak perlu terburu-buru mengambil dana tersebut. Penerima BPUM dapat mencairkan dana di kantor BRI unit maupun cabang manapun dengan catatan membawa persyaratan.

"Kalau berhak menerima BPUM, mau diambil kapan pun, dimana pun, asal data lengkap itu enggak masalah. Uang itu tidak akan hilang. Uang itu akan kembali kepada negara apabila penerima BPUM bukan yang bersangkutan, data salah, meninggal. Tetapi kalau data komplet pasti kami berikan."

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom