Pencairan BPUM Berlangsung Senyap, Pemkab  Wonogiri Kerepotan
Kepala Bidang KUKM Dinas KUKM Perindag Wonogiri, Dwi Sudarsono.  (Solopos.com-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Pencairan bantuan pemerintah untuk usaha mikro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dilakukan senyap. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri tak mendapat pemberitahuan tentang penerima BPUM tersebut.

Alhasil, dinas bersangkutan tak bisa memberi jawaban atas banyaknya pertanyaan warga ihwal pencairan bantuan. Dinas hanya meminta warga bersabar. Pemohon yang akan mendapat bantuan diberitahu bank penyalur melalui pesan singkat atau SMS.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (20/10/2020), banyak warga Wonogiri yang bertanya kapan bantuan pemerintah untuk usaha mikro atau BPUM cair. Mereka bertanya langsung kepada pegawai Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan atau KUKM Perindag.

Idap Anxiety, Jeongyeon Twice Hiatus

Tak sedikit pula warga yang bertanya melalui media sosial. Pertanyaan tersebut sering muncul akhir-akhir ini lantaran ada sebagian kecil yang sudah menerima BPUM senilai Rp2,4 juta/penerima. Namun, sebagian besar lainnya belum mendapat pemberitahuan.

Mereka pada umumnya bertanya kepada pihak Dinas KUKM Perindag. Maklum saja, setahu mereka dinas tersebut yang mengurus program. Warga yang bertanya merupakan pemohon yang mendaftar pada gelombang I, Agustus lalu.

Kepala Bidang KUKM Dinas KUKM Perindag Wonogiri, Dwi Sudarsono, kepada Espos, menyampaikan Kementerian KUKM mencairkan BPUM melalui tiga bank penyalur, yakni BRI, BNI, dan Syariah Mandiri. Dinas KUKM Perindag tak mendapat pemberitahuan dari Kementerian KUKM maupun dari bank penyalur mengenai siapa saja yang mendapat bantuan.

CL Umumkan Akan Comeback 29 Oktober

Kementerian KUKM hanya memberi salinan surat keputusan atau SK penerima bantuan di tingkat nasional. Penerima bantuan di Wonogiri belum masuk SK tersebut. Oleh karena itu, meski memfasilitasi pendaftaran Program BPUM tetapi Dinas KUKM Perindag tak mengetahui siapa saja yang mendapat bantuan.

“Banyak sekali yang bertanya kepada kami kapan bantuan dicairkan. Mereka tanya kepada kami karena kami yang memfasilitasi pendaftaran program ini. Padahal, kami tak tahu secara pasti karena tak mendapat pemberitahuan,” kata Dwi.

Bergantung Bank Penyalur

Dia menegaskan pemohon yang menerima BPUM diberitahu bank penyalur melalui SMS. Oleh karena itu pemohon yang belum mendapat pemberitahuan dimint bersabar. Pemohon yang kini belum mendapat pemberitahuan ada dua kemungkinan, yakni bakal memperoleh bantuan dan hanya tinggal menunggu pemberitahuan bank penyalur.

Ini 7 Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki

Kemungkinan lainnya tidak lolos verifikasi sehingga tak mendapat bantuan. Dwi meminta warga yang sudah mendapat SMS pemberitahuan segera mengurus ke bank pengirim SMS. Dia menginformasikan ada sebagian pemohon yang sudah menerima bantuan.

“Pada pendaftaran gelombang I kami mengirim lebih dari 15.000 pengajuan bantuan ke Kementerian KUKM. Saat itu ada lebih dari 23.000 pendaftar. Banyak yang tak melengkapi berkas persyaratan. Selain kami ada pengusul lainnya, seperti BRI, BNI, dan PT PNM [Permodalan Nasional Madani],” imbuh Dwi.

Pada pendaftaran gelombang II sejak awal Oktober lalu, jumlah pendaftar hingga Senin (19/10) sebanyak 800-900 orang. Dinas KUKM Perindag masih melayani pendaftaran manual hingga akhir November mendatang.

Ngeri! Ini Bukti Santet Mantan Istri Caisar YKS

Pemohon cukup menyerahkan berkas yang ditentukan, meliputi surat pernyataan bermaterai Rp6.000, surat keterangan usaha dari pemerintah desa/kelurahan, foto kopi kartu tanda penduduk atau KTP, dan foto tempat usaha yang dicetak di kertas HVS.

“Kalau ada yang pada gelombang I sudah mendaftar dan pada gelombang II ini mendaftar lagi, saya pastikan tidak bisa. Ini karena sistem akan menolak data yang sama,” ujar Dwi.

Salah satu pemohon, Firas, mengaku belum mendapat pemberitahuan dari siapa pun bahwa dirinya mendapat atau tak mendapat BPUM. Dia ingin tahu dirinya mendapat bantuan atau tidak, tetapi bingun harus bertanya kepada siapa.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom