Tutup Iklan

PENCABULAN KARANGANYAR : 3 Pria Setubuhi ABG Mojogedang di Vila Sekipan

PENCABULAN KARANGANYAR : 3 Pria Setubuhi ABG Mojogedang di Vila Sekipan

SOLOPOS.COM - Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, (kiri), bersama Kasubbag Humas Polres Karanganyar, AKP Rochmat, (kanan), menunjukkan barang bukti dan tiga pelaku tindakan asusila kepada anak di bawah umur saat menggelar jumpa pers di Mapolres Karanganyar, Rabu (19/10/2016). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Pencabulan Karanganyar terjadi di sebuah vila Sekipan Tawangmangu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pencabulan Karanganyar dilakukan tiga pria beristri terhadap anak baru gede (ABG) asal Mojogedang, SAP yang masih berusia 15 tahun.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Karanganyar tengah menangani kasus tersebut. ABG asal Mojogedang, SAP, 15, menjadi korban perbuatan asusila dari tiga orang lelaki di salah satu vila di Sekipan, Tawangmangu pada Sabtu (15/10/2016).

Tiga pelaku adalah warga Gebyok, Mojogedang, Triyanto, 31; Sri Widiyanto, 38; dan Eko, 35. Anggota Satuan Reskrim Polres Karanganyar menangkap dua dari tiga pelaku. Eko masih dalam pengejaran anggota.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Satuan Reskrim Polres Karanganyar, kejadian kali pertama saat Eko menjemput korban di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diajak ke rumah tersangka kemudian diajak melakukan hubungan layaknya suami dan istri.

Tidak berhenti sampai di situ, Eko menghubungi dua temannya, Triyanto dan Sri Widiyanto. Mereka membohongi korban dengan mengatakan ingin mengajak jalan-jalan di Tawangmangu sekitar pukul 10.30 WIB.

Mereka mengendarai mobil Toyota Avanza. Ternyata, korban dibawa ke salah satu vila di Sekipan, Tawangmangu. Tiga pelaku minum minuman keras. Lalu dua rekan Eko mengajak korban melakukan hubungan suami dan istri.

Dua tersangka memberikan sejumlah uang kepada korban. Triyanto memberikan Rp250.000 dan Sri Widiyanto memberikan Rp200.000 kepada korban setelah melakukan tindakan asusila.

“Saya enggak kenal dengan dia [korban]. Eko yang kenal. Saya enggak tahu kalau masih sekolah hla enggak pakai seragam pas ketemu,” kata Sri Widiyanto saat ditanyai wartawan.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menuturkan menerima laporan dari orang tua perihal kondisi anak mereka. Ironi pelaku sudah menikah.  Pelaku dijerat menggunakan pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 332 KUHP.

“Ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Kami menyita sejumlah barang bukti milik korban dan pelaku. Kami masih mengejar satu pelaku yang melarikan diri. Kami minta orang tua waspada terhadap anak masing-masing,” ujar dia saat menggelar jumpa pers di Mapolres Karanganyar, Rabu (19/10/2016).

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.