Penawaran 20% Saham Sigid di Persis Solo Mulai Tarik Peminat
Pemain Persis Solo berfoto sebelum pertandingan persahabatan melawan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Kamis (5/3/2020). (Solopos/ M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pemilik saham minoritas di PT Persis Solo Saestu atau PSS mulai menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi 20% saham PT Syahdhana Property Nusantara (SPN) yang ditanam di klub.

Komunikasi informal telah dilakukan antara para peminat dengan Direktur Utama PT SPN, Dedi M. Lawe. Namun ketiadaan nominal harga saham yang ditawarkan PT SPN menjadi ganjalan dalam proses negosiasi.

Para calon pembeli meminta ada rapat umum pemegang saham (RUPS) sehingga harga jual saham dapat ditentukan secara transparan dalam forum tersebut. Penelusuran Solopos.com, sejauh ini ada dua tim internal pemilik saham minoritas di PT Persis Solo Saestu yang tertarik mengakuisisi saham PT SPN milik Sigid Haryo Wibisono.

Baca Juga: Wadaw! Calon Mobil Dinas Gibran Di Solo Kalah Kelas Dari Bupati Karanganyar Dan Wonogiri

Namun baru pemilik saham dari AD Batik, Romli, yang terang-terangan menunjukkan minatnya untuk mengambilalih saham PT SPN. “Bicara minat ya saya berminat. Namun perlu diperjelas dulu harga sahamnya lewat RUPS,” ujar Romli saat dihubungi Solopos.com, Selasa (16/2/2021).

Dalam surat penawaran saham yang dikirim pada 36 pemilik saham minoritas, PT SPN hanya menjelaskan bakal melepas seluruh sahamnya yakni 1.000 lembar saham atau 20% dari saham PT PSS. PT SPN meminta para peminat mengajukan penawaran harga sebagai awal negosiasi. Romli menyebut cara itu tak lazim dan berpotensi hanya digunakan PT SPN untuk menaikkan posisi tawar pada pihak ketiga.

UNSA-Asmi

Sebagai informasi, PT SPN dapat menjual saham pada pihak luar apabila penawaran mereka pada pemilik saham lain tidak direspons hingga 3 Maret. “Bisa jadi penawaran saham ke para pendiri PT PSS dan tim internal hanya untuk mengetes harga saja,” ujarnya.

Pemilik saham minoritas dari PS UNSA-Asmi, Rio Arya Surendra, juga disebut tertarik mengakuisisi saham milik Sigid. Namun Rio tampak berhati-hati soal penawaran yang dilayangkan PT SPN pada tim internal. Senada Romli, Rio menghendaki adanya RUPS sehingga seluruh pemilik saham mengetahui prospek sekaligus masalah yang ada dalam pengelolaan saham.

Baca Juga: Dukung Digitalisasi UKM, JNE Ingatkan Pentingnya Strategi Pemasaran Online

“Ini kan soal membeli saham perusahaan, jadi tidak main-main. Selain RUPS, perlu ada akuntan publik yang memverifikasi bahwa perusahaan itu sehat dan bonafid. Itu belum bicara prospek dan keuntungan,” ujarnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom