Tutup Iklan

PENATAAN SRIWEDARI: Potensi Langgar Hukum, Malaka Tolak Rencana Pemkot Solo Bangun Masjid Sriwedari

PENATAAN SRIWEDARI: Potensi Langgar Hukum, Malaka Tolak Rencana Pemkot Solo Bangun Masjid Sriwedari

SOLOPOS.COM - Sejumlah tokoh ikut meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Solo, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)

Malaka tolak rencana Pemkot Solo bangun Masjid Sriwedari.

Solopos.com, SOLO—Penolakan terhadap pembangunan Masjid Taman Sriwedari muncul saat acara peletakan batu pertama pembangunan masjid, Senin (5/2/2018). Massa yang menamakan diri Masyarakat Peduli Lahan Halal Surakarta (Malaka) urung menggelar aksi demo karena terkendala perizinan.

Mereka kemudian mengadakan jumpa pers di wilayah Penumping, Kecamatan Laweyan, Senin siang. Sekretaris Malaka, Dimas Arisandi, mengatakan sangat menyesalkan keputusan Pemkot Solo yang tetap melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Taman Sriwedari hari itu. Menurutnya, langkah itu adalah bentuk pelanggaran hukum berat karena berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan. (baca: Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Menyalahi “Kodrat”)

“Kami mendengar sudah ada itikad baik dari ahli waris untuk menghibahkan tanah kalau Pemkot Solo meminta baik-baik. Putusan tetap dari pengadilan secara jelas memenangkan ahli waris. Upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan Pemkot Solo ditolak oleh Mahkamah Agung (MA),” ujarnya saat konferensi pers.

Ia berharap Wali Kota dan panitia membatalkan atau setidaknya menunda pembangunan sebelum kata mufakat tercapai. Namun, di sisi lain pihaknya meminta kepolisian menginvestigasi pelanggaran pidana yang mungkin dilakukan Pemkot Solo.

Ketua Malaka, Ahmad Sigit, mengaku tidak berkomunikasi langsung dengan para ahli waris Taman Sriwedari. Namun, pihaknya berpegang pada fakta hukum dan hadis Rasul yang mengatakan untuk menolong saudara yang melakukan kezaliman.

“Menolong orang berbuat zalim bagaimana? Dengan mengingatkan dan mencegah kezaliman itu. Ketua panitia pembangunan adalah Bapak Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo. Beliau muslim, maka kami mengingatkan,” tutur dia.

Ia mengatakan sudah ada sekitar 100 orang yang bergabung dalam kelompok itu. Mereka terbuka untuk umum sehingga tidak menutup jika ada masyarakat yang memiliki pemahaman dan semangat yang sama dengan mereka untuk bergabung.

“Kami menghormati hukum, maka tak jadi aksi besar. Kami ingatkan khususnya Pak Purnomo. Mohon dipikir ulang tekad menerabas aturan yang ada. Jangan sampai cita-cita mulia mendirikan masjid terkotori kepentingan dunia lainnya,” kata dia.

Saat ditanya hubungan antara Malaka dengan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) yang belum lama ini juga menyatakan sikap penolakan pendirian Masjid Taman Sriwedari, Ahmad mengaku mereka terpisah. Tetapi masih ada potensi untuk bersinergi.

“Perlu kami tegaskan, kami tidak menolak pembangunan masjidnya. Kami mendukung. Tapi jangan di Taman Sriwedari yang merupakan milik ahli waris,” terangnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kendalikan Kasus Covid-19, Bupati Klaten Minta Jajarannya Tegas

Bupati Klaten meminta kepada Satpol PP bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk terus melakukan operasi penegakan protokol kesehatan.

Pemimpin Redaksi Media Online Ditembak Hingga Tewas di Mobil

Pemimpin redaksi media online di Simalungun diduga jadi pembunuhan. Ia ditemukan tewas di dalam mobil dengan luka tembak.

20 Karyawan Pabrik Garmen Brebes Ketahuan Covid-19 Saat akan Perpanjang Kontrak

20 Karyawan pabrik garmen di Brebes diketahui terpapar Covid-19 saat hendak perpanjang kontrak. Akhirnya mereka tidak dipekerjakan.

Hendak Salip Motor Tapi Gagal, Mobil Sedan Terbalik di Karangdowo Klaten

Mobil sedan yang dikemudikan remaja Karangdowo, Klaten, terguling setelah menabrak pembatas jembatan. Pengemudi mobil hendak menyalip motor tapi gagal.

Menutup Objek Wisata saat Weekend hingga Aturan Baru Hajatan

Objek wisata tutup saban Sabtu-Minggu pada pekan pertama dan ketiga. Khusus hajatan, tamu luar kota wajib menunjukkan surat bebas dari Covid-19.

Umbul Susuhan Klaten Ditutup, Sejumlah Pengunjung Kecele

Sejumlah pengunjung Umbul Susuhan Klaten kecele karena objek wisata air itu tutup pada Sabtu (19/6/2021). Bupati Klaten memerintahkan seluruh objek wisata ditutup pada pekan I dan III tiap bulannya.

Bangunan Eks SDN 2 Kragilan Sragen Disulap Jadi Tempat Isolasi Berkapasitas 120 Orang

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, akan menambah kapasitas Technopark untuk isolasi pasien Covid-19. Jika masih kurang, Bupati juga menyiapkan gedung eks SDN Kragilan jadi tempat isolasi.

Waduh, Giliran Pegawai Setda Pemkab Wonogiri Terpapar Covid-19

Covid-19 mulai merambah Setda Wonogiri. Sejumlah pegawai di Setda Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Belum ada penutupan kantor kecuali Inspektorat.

BAN Peringatkan Pemangku Kepentingan: Akreditasi Bukan Syarat Penerimaan!

Penerapan kebijakan akreditasi sekolah/madrasah atau institusi/lembaga pendidikan untuk penerimaan dapat menutup kesempatan lulusan terbaik.

Wow! Followers Instagram Cristiano Ronaldo Tembus 300 Juta

Cristiano Ronaldo belum lama ini membukukan rekor mencetak 11 gol dari lima kali Euro dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Euro secara beruntun.

19 Bandar Narkoba LP Cipinang dipindah ke LP SMS di Nusakambangan

Kemenkum HAM memindahkan 19 bandar narkoba dari LP Cipinang ke LP Nusakambangan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.