Tutup Iklan

PENATAAN SRIWEDARI: Abaikan Nilai Kebudayaan, Budayawan Sesalkan Kebijakan Pemkot Bangun Masjid di Sriwedari

PENATAAN SRIWEDARI: Abaikan Nilai Kebudayaan, Budayawan Sesalkan Kebijakan Pemkot Bangun Masjid di Sriwedari

SOLOPOS.COM - Sejumlah tokoh ikut meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Solo, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)

Budayawan Solo kritik sikap Pemkot soal pembangunan masjid di Sriwedari.

Solopos.com, SOLO—Kalangan budayawan angkat bicara soal pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Mereka menyesalkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang abai pada nilai-nilai kebudayaan dengan tetap mendirikan bangunan masjid di kawasan yang sejak dulu dikenal sebagai Kebon Raja tersebut.

Salah seorang budayawan Solo, Suprapto Suryodarmo, menilai Pemkot Solo tidak bisa menjaga nilai Kota Solo sebagai kota pusaka dunia atau kota yang berjuluk Spirit of Java. Ia mengatakan ingatan masa lalu pada Taman Sriwedari yang hingga kini terpatri sebagai sebuah image Kota Solo akan sirna dengan keberadaan masjid raya. (baca: PENATAAN SRIWEDARI: Potensi Langgar Hukum, Malaka Tolak Rencana Pemkot Solo Bangun Masjid Sriwedari)

“Saya sama sekali tidak menolak pembangunan masjid. Tapi kalau ditempatkan di Sriwedari, saya pikir tidak tepat. Sriwedari adalah image Kota Solo sejak lama,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa (6/2/2018).

Menurut lelaki yang akrab disapa Mbah Prapto itu, membangun image adalah pekerjaan yang tidak mudah. Tak hanya dana, tetapi waktu yang diperlukan juga relatif lama. Jika image Sriwedari berubah, hal itu bakal mengacaukan banyak aspek khususnya dalam kehidupan berkebudayaan.

“Ingat Solo berarti  ingat Sriwedari sebagai Kebon Raja. Di dalamnya terdapat Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Stadion Sriwedari, dan Museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka sebagai tempat olah pikir. Kebon Raja dengan GWO Sriwedari sebagai tempat olah rasa, dan stadion sebagai tempat olahraga. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan,” papar lelaki yang lahir di Kemlayan, Kecamatan Serengan tersebut.

Ia menyarankan agar Pemkot Solo memanfaatkan lahan lain di Kota Solo. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menurutnya lebih memadai untuk membangun masjid.

“Tempat itu lebih luas dan indah karena berada di tepi Sungai Bengawan Solo yang sudah sangat terkenal,” tutur perintis Padepokan Lemah Putih itu.

Selain itu, ia menyoroti lampion Imlek yang dipasang hingga Bundaran Gladak. Lampion-lampion itu telah melewati Tugu Pamandengan atau tugu titik nol Kota Solo. Hal itu dinilai kurang tepat.

Ia mendapat informasi dari penggagas Grebeg Sudiro bahwa grebeg seharusnya dirayakan di muka Pasar Gede dan menyebar ke arah timur seperti Kampung Balong, Warung Miri  hingga Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS).

Hal itu akan “menghidupkan” kawasan timur Pasar Gede yang memang ditinggali oleh warga keturunan Tionghoa. Gemerlap lampion di kawasan timur sekaligus bakal menghidupkan perekonomian masyarakat.

“Kedua kasus ini bisa menjadi dasar-dasar pembahasan di dunia pendidikan dan pemajuan  kebudayaan di Kota Solo sebagai kota budaya. Saya pikir memang perlu ada gerakan moral kebudayaan di masyarakat untuk Indonesia,” kata lelaki yang malang melintang di luar negeri tersebut.

Anggota Dewan Kesenian Solo (DKS) Bedjo Riyanto, mengatakan selama ini kalangan seniman tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Meski demikian, ia tak terlalu heran karena Pemkot memang acap kali melakukan tindakan semacam itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Italia 3-0 Swiss: Menang Lagi, Gli Azzurri Lolos Duluan

Hasil 3-0 ini mengantarkan Italia lolos ke babak gugur setelah mengantungi enam poin dari dua laga.

Tokopedia Dikabarkan Milik Asing, Benarkah?

Perusahaan e-commerce kelas unicorn Tokopedia dikabarkan dimiliki pemodal asing, sehingga pendiri sekaligus CEO William Tanuwijaya bereaksi.

Peneliti Universitas Yale Temukan Virus Flu Tangkal Virus Corona

Peneliti di Universitas Yale menemukan fakta rhinovirus, penyebab flu biasa dapat melindungi manusia dari virus corona penyebab Covid-19.

Copa America 2021 Ketambahan 11 Kasus Covid-19

Copa America, turnamen Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Confederación Sudamericana de Fútbol/Conmebol), diserang Covid-19.

Berbekal Smartphone Atau Tablet Bisa Jadi Pengusaha Lewat Alfamind 

Alfamart melalui Alfamind menawarkan peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi digital bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha.

Covid-19 di Jateng Tambah Parah, Pasien Tambah 1.884 Orang

Serangan virus corona di Jawa Tengah bertambah parah, bahkan Dinas Kesehatan Jateng mencatat penambahan 3.107 Covid-19 dalam sehari.

Ronaldo Singkirkan Botol Sponsor Euro 2020, UEFA Tutup Mulut

Cristiano Ronaldo memindahkan dua botol Coca-Cola dalam konferensi pers di Stadion Puskas Ferenc di Budapest, Hongaria dan viral di medsos.

Xiaomi Rilis Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra, Yuk Intip Kelebihan & Harganya!

Vendor ponsel pintar asal China, Xiaomi, meluncurkan varian Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra yang harus Anda cermati kelebihan dan harganya.

Kemendikbud Klaim 78,3% SD Sudah Tatap Muka Terbatas

Kemendikbud Ristek mengklaim 78,3% dari 50.000 sekolah dasar di Indonesia telah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

Selebrasi Rasis Striker Austria Marko Arnautovic Berbuah Skors

Striker atau pemain depan Austria Marko Arnautovic diskors satu pertandingan oleh UEFA karena menghina pemain lain melalui selebrasi rasis.

Cek Video Ini! Beginikah Tsunami Maluku Tengah?

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 M atau 6,0 mengguncang wilayah Maluku Tengah di Pulau Seram hingga Ambon, sehingga mendatangkan tsunami.

BMKG: Kawasan Selatan Seram Maluku Rawan Tsunami

Sebelumnya, BMKG pada Rabu siang memperingatkan adanya tsunami di Maluku Tengah, tepatnya di Pulau Seram menyusul terjadinya gempa.