PENATAAN PKL SOLO : PKL Galabo Siang akan Direlokasi
Suasana selter di sisi timur Gladak Langen Bogan (Galabo), Solo, Kamis (4/7). Pemkot Solo saat ini merancang detail engineering design (DED) ulang selter Galabo dalam APBD Perubahan.

Penataan PKL Solo, para pedagang kaki lima di Galabo yang berjualan siang akan direlokasi.

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana merelokasi pedagang kaki lima (PKL) Gladak Langen Bogan (Galabo) yang berjualan siang hari ke halaman Benteng Vastenburg, tepatnya lahan selatan Bank Danamon Gladak.

Relokasi sekaligus sebagai upaya penataan ulang PKL kuliner di Kota Bengawan. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan segera berkirim surat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terkait permintaan pengelolaan lahan tersebut untuk dikelola Pemkot.

“Sekarang status lahan di selatan Bank Danamon milik negara. Nanti akan kami minta agar bisa dikelola Pemkot,” katanya ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (26/3/2017).

Lahan tersebut sesuai rencana digunakan untuk area berdagang PKL Galabo siang. Sama seperti pemasangan paving di halaman depan Benteng Vastenburg, lahan di selatan Bank Danamon ke depan juga akan dipaving.

Setelah itu lahan bisa digunakan sebagai tempat area berdagang PKL Galabo siang. Relokasi ini merupakan upaya Pemkot ingin menata ulang keberadaan PKL Galabo. “Nanti desainnya dibuat semenarik mungkin. Sekarang tinggal memproses peminjaman lahan ke DJKN saja,” katanya.

Menurut Rudy, penataan ulang PKL Galabo siang perlu dilakukan agar kawasan itu tidak terlihat kumuh. Sedangkan untuk PKL kuliner Galabo malam, Rudy mengatakan tidak akan dipindahkan melainkan hanya ditata ulang.

Selama penataan, nantinya PKL Galabo malam sementara akan direlokasi ke halaman depan Benteng Vastenburg. Rudy ingin Galabo mampu menjadi sentra kuliner di Kota Bengawan. “Kami akan menata dan memperbaiki lokasi berjualan disana, ini biar tidak terlihat kumuh dan semrawut,” katanya.

Tak hanya menata dagangan, Rudy mengatakan Pemkot juga akan memberikan pembekalan kepada para pedagang Galabo. Termasuk pembahasan mengenai persoalan harga dan menu kuliner yang dijajakan di sana.

Rudy mengatakan kuliner merupakan daya tarik utama Kota Solo sebagai tujuan wisata. Karena itu, Pemkot terus menggencarkan promosi wisata Solo ke luar negeri dan kuliner menjadi salah satu daya tariknya.

Salah satu promosi dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa kedutaan asing di Indonesia, seperti Amerika, Jepang, Austria dan lain sebagainya. Pemkot hanya mengandalkan bidang jasa dan kuliner sebagai destinasi wisata di Kota Solo.

Untuk memanjakan lidah para pencinta kuliner, Pemkot bahkan telah membangun dua sentra kuliner, yakni Galabo dan sentra kuliner Pucangsawit. Namun, yang perlu diperhatikan saat ini adalah bagaimana mempertahankan kualitas kebersihan, layanan, serta harga.

“Harga harus terpampang. Tidak boleh ada yang ngepruk harga. Terus menunya satu dengan lainnya harus beda,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom