Tutup Iklan

PENATAAN PKL SOLO : Kembali Tempati Jl. S. Parman, 5 PKL Ditertibkan

PENATAAN PKL SOLO : Kembali Tempati Jl. S. Parman, 5 PKL Ditertibkan

SOLOPOS.COM - Seorang pedagang kaki lima (PKL) berjualan pakaian impor bekas di Jl. S. Parman, Solo, Rabu (12/10/2016). (Istimewa)

Penataan PKL Solo, sebanyak lima pedagang kaki lima ditertibkan karena nekat berjualan di Jl. S. Parman yang terlarang untuk PKL.

Solopos.com, SOLO — Tim gabungan dari Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, dan petugas perlindungan masyarakan (linmas) menertibkan lima pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di tepi Jl. S. Parman, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Rabu (12/10/2016) pagi.

Kabid Pengelolaan PKL DPP Solo, Hery Mulyadi, menegaskan Jl. S. Parman merupakan kawasan tertib PKL. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang PKL berjualan di sepanjang Jl. S. Parman.

Setelah didata, kelima PKL tersebut diketahui merupakan pedagang Pasar Ngudi Rejeki Gilingan. “Kami sebelumnya sudah mengagendakan untuk mengecek situasi di Jl. S. Parman. Setelah turun lapangan, kami menemukan lima PKL yang nekat berjualan di tepi jalan itu. Kami minta mereka kembali masuk ke Pasar Gilingan. Mereka punya tempat di sana [pasar],” kata pria yang akrab disapa Herymul itu kepada Solopos.com di sela-sela penertiban PKL, Rabu.

Herymul mengatakan sebagian besar PKL yang terjaring penertiban kali ini berjualan pakaian impor bekas. Menurut dia, para PKL tersebut sebelumnya pernah berjualan di Jl. S. Parman namun pada 2014 lalu diberi tempat berjualan di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan.

Herymul mewanti-wanti para pedagang yang telah mendapatkan los maupun kios di pasar untuk tidak kembali menggelar lapak di pinggir jalan. “Alasan pedagang kembali menggelar lapak di tepi jalan karena tidak laku saat berjualan di pasar. Mereka nekat menempati tepi jalan karena ingin lebih mudah menjangkau pembeli. Meski demikian, kami tetap melarang pedagang seperti itu. Mereka bisa mengganggu arus lalu lintas apabila tetap berjualan di jalan,” ujar Herymul.

Pantauan Solopos.com, DPP  juga mengangkut berbagai perkakas saat penertiban PKL di Jl. S. Parman. Sebagian besar perkakas yang diangkut adalah milik PKL yang berjualan pada malam hari namun tidak dibongkar setelah selesai berjualan.

Dia ingin Jl. S. Parman tertib dari aktivitas PKL. PKL pada malam hari tidak boleh meninggalkan lapak tak dibongkar.

“Kami juga menyasar kawasan lain di Solo untuk penertiban PKL. Kami menemukan empat lapak di Jl. Kolang Kaling, Laweyan, yang menyalahi ketentuan dan harus dibongkar. Kebanyakan PKL di Jl. Kolang Kaling berjualan makanan. Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Pengawasan akan terus berlanjut,” terang Herymul.

Berita Terkait

Berita Terkini

Angkatan Udara Israel Serang Gaza Lagi

Gencatan senjata Palestina dan Israel terancam setelah Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, Rabu (16/6/2021) pagi.

Sadari, Zodiak Ini Mungkin Jatuh Cinta Karena Uang!

Sadarkan Anda bahwa astrologi menengarai ada orang dengan tanda zodiak tertentu yang mungkin jatuh cinta karena uang?

Rumah Sakit Jiwa di Semarang Siapkan 115 Bed Isolasi

Untuk menyiapkan bed isolasi pasien Covid-19, RSJD Amino Gondohutomo harus memindahkan sejumlah pasien ODGJ ke bangsal lain.

Buron 10 Tahun Pembalakan Liar Adelin Lis Ditangkap di Singapura

Buronan sekaligus terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis yang 10 tahun ini disasar Kejaksaan Agung akhirnya ditangkap imigrasi Singapura.

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.