PENATAAN PKL SOLO : DPP akan Ikut Tata PKL di Alkid
Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo. (JIBI/Solopos/Dok)

Penataan PKL Solo dilaksanakan oleh pemkot setempat.

Solopos.com, SOLO - Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo bakal campur tangan dalam proses penataan pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo.

Kabid Pengelolaan PKL DPP Solo, Heri Mulyadi, mengaku selama ini hampir tidak pernah melakukan operasi atau penataan PKL di kawasan Alkid. Menurut dia, pengelolaan PKL di Alkid dalam penguasaan Keraton Solo.

"Kami dulu pernah [pantauan PKL] ke Alkid. Saat itu kami juga berpatroli memantau aktivitas PKL di Alut jauh sebelum dibangun pasar sementara Pasar Klewer. Setelah itu kami belum ke sana [Alkid] lagi. Ya, Alkid dan Alut memang di bawah penguasaan Keraton Solo," kata Heri Mul kepada solopos.com, Kamis (2/7/2015).

Diberitakan, PKL makanan dan minuman di Alkid semakin marak selama Ramadan. Kian banyaknya PKL di Alkid karena Keraton Solo membebaskan atau memperbolehkan mereka tetap berjualan asal membayar retribusi.

Heri Mul mengatakan DPP Solo siap melakukan penataan PKL di Alkid asal sudah mendapat aduan dari masyarakat. Terkait penataan PKL di Alkid, lanjut Heri Mul, DPP Solo siap berkoordinasi dengan Keraton Solo.

"Secara de jure Alkid memang menjadi aset Keraton Solo. Namun, secara de facto itu [Alkid] tetap berada di wilayah Solo dan Pemkot punya kendali. Bukan berarti kami langsung mengambil alih pengelolaan Alkid, seperti parkir, retribusi PKL, dan lain sebagainya. Jika diperlukan, kami hanya turut menata," ujar Heri Mul.

Dijumpai terpisah, seorang pedagang angkringan, Yati, menjelaskan PKL bisa masuk ke Alkid kapan saja asal membayar retribusi sebesar Rp2.000 per hari. Menurut dia, PKL tidak akan ditarik biaya jika tidak menggelar dagangan di Alkid.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom