PENATAAN PKL SOLO : Diboyong ke Pasar Notoharjo, 23 ??PKL Perempatan Sangkrah Bingung
Petugas Dinas Perdagangan Kota Solo membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Demangan, Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Senin (3/7/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Penataan PKL Solo, Satpol PP menertibkan 23 PKL di perempatan Sangkrah.

Solopos.com, SOLO -- Sedikitnya 23 lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jl. Demangan dan Jl. Sungai Sebakung, Kelurahan Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, atau kerap disebut perempatan Sangkrah ditertibkan tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Senin (3/7/2017).

Lapak PKL yang rata-rata bangunan semipermanen dibongkar dan pedagang diminta pindah ke Pasar Klithikan Notoharjo di Semanggi. Dalam pembongkaran lapak PKL itu, Disdag dan Satpol PP mengerahkan sejumlah truk untuk mengangkut sisa lapak dan barang dagangan milik PKL ke Pasar Klithikan.

Sayangnya dalam pembongkaran dan penertiban PKL tersebut, masih banyak pedagang yang mempertanyakan pembagian kios di Pasar Klithikan. Selain masalah penempatan atau pembagian kios mereka juga mempertanyakan masalah adanya kios di Pasar Klithikan yang akan ditempati PKL namun belum dikosongkan.

Seorang pedagang Taryo, 55, mengatakan siap pindah ke Pasar Klithikan. “Tapi saya belum tahu bakal menempati kios yang mana. Sekarang dibongkar dibawa ke sana ya sudah bawa saja, belum tahu di sana sudah ada tempat atau belum,” kata Taryo, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela penertiban.

Jika di Pasar Klithikan belum ada tempat, Taryo akan membawa pulang barang dagangannya dan sisa-sisa bangunan kios ke rumahnya di Sangkrah. Yono, 45, pedagang lainnya, pernah mendapatkan surat penempatan di Pasar Klithikan.

Namun, saat dirinya datang ke Pasar Klithikan beberapa waktu lalu, dia melihat kios yang akan ditempati belum dikosongkan oleh pedagang lama. “Kiosnya ada di lantai II paling utara. Di sana ada tujuh kios, tapi di sini ini ada 13 PKL. Nah pembagiannya nanti mau bagaimana?” tutur dia.

Kasi Pembinaan PKL Disdag Solo, Didik Anggono, menjelaskan total ada 23 lapak PKL yang dibongkar di dua ruas jalan di kawasan Lojiwetan RT 003/RW 007 Kedung Lumbu itu. PKL kemudian akan ditempatkan di Pasar Klithikan Notoharjo yakni deretan kios di lantai II dan sebagian di pelataran.

“Ada PKL kuliner yang akhirnya memilih berjualan di Galabo siang hari,” kata Didik.

Kios di Pasar Klithikan yang siap dipakai PKL dari perempatan Sangkrah ada tujuh unit. Kemudian di pelataran Klithikan ada 10 tempat yang bisa digunakan PKL untuk menggelar dagangan.

Menurut Didik, kios dan pelataran Pasar Klithikan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Disdag bagi PKL perempatan Sangkrah. Namun Didik menilai selama ini PKL kurang kooperatif sehingga sampai batas waktu penertiban masih banyak PKL yang belum tahu penempatannya di Pasar Klithikan.

Kepala Disdag Solo, Subagiyo, meminta PKL tenang dan mengecek langsung sembari mengangkut barang-barang mereka ke Pasar Klithikan. “Di sana [Klithikan] sudah ada tim, kru, dan petugas yang siap menata dan menempatkan pedagang. Jadi tidak perlu khawatir tidak dapat tempat,” ujar Subagiyo.

Subagiyo juga memastikan kios yang akan ditempati PKL asal Sangkrah sudah dikosongkan. Dia mengklaim kios yang akan ditempati jauh lebih layak daripada lapak PKL sebelumnya. “Kios ukurannya 2 meter x 3 meter.”

PKL di perempatan Sangkrah ditertibkan karena area tersebut harus steril dari PKL. Selanjutnya Disdag menyerahkan kewenangan penataan kawasan sisi selatan kawasan Lojiwetan itu ke Dinas Lingkungan Hidup.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom