Tutup Iklan

PENATAAN OPD SEMARANG : Kursi Pimpinan SKPD Pemkot Semarang Dilelang

PENATAAN OPD SEMARANG : Kursi Pimpinan SKPD Pemkot Semarang Dilelang

SOLOPOS.COM - Ilustrasi uji kompetensi dalam rangka lelang jabatan. (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)

Penataan organisasi perangkat daerah (OPD) Semarang bakal diwarnai lelang kursi pimpinan SKPD.

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Hendrar Prihadi memutuskan pengisian jabatan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hasil penataan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang bakal dilakukan melalui lelang jabatan.

“Jumlah SKPD kan bertambah dari sebelumnya 39 menjadi 42 SKPD. Untuk yang kosong [jabatan pimpinan SKPD], kami sesuai aturan akan melakukan yang namanya lelang jabatan,” katanya di Semarang, Senin (3/10/2016).

Hal itu diungkapkan Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—seusai Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang yang mengesahkan tiga peraturan daerah, salah satunya mengenai penataan OPD di lingkup Pemerintah Kota Semarang. Hasil dari penataan OPD di lingkup Pemkot Semarang membuat jumlah struktur SKPD bertambah, baik kantor, dinas, maupun yang berbentuk badan, dari semula hanya berjumlah 39 SKPD menjadi 42 SKPD.

Menurut Hendi, mengingat singkatnya waktu untuk mengisi kursi-kursi pejabat baru melalui lelang jabatan, maka untuk sementara waktu akan ditunjuk pelaksana tugas (plt) di dinas-dinas baru yang dibentuk hasil dari penataan OPD Semarang itu. “Targetnya, Desember mendatang kan sudah terlantik semua. Kemungkinan, untuk jabatan-jabatan yang kosong sementara akan kami tunjuk Plt, sembari 2017 dilakukan proses lelang jabatan,” katanya.

Untuk dinas-dinas yang tidak mengalami perubahan, lanjut dia, akan dibentuk panitia seleksi (pansel) yang terdiri atas unsur internal dan eksternal untuk melakukan penataan di eselon II. “Sebagai gambaran, mutasi atau perubahan untuk sesama eselon II akan memakai pansel. Pansel ini dibentuk dari internal dan eksternal. Sebelum Desember 2016, sudah bisa melakukan penataan,” katanya.

Selain itu, Hendi mengatakan Pemkot Semarang akan menyiapkan seluruh jajaran terkait untuk menyiapkan penataan seiring dengan bertambahnya jumlah SKPD, termasuk penambahan ruang perkantoran. “Dalam perjalanan menuju Desember mendatang, kami akan segera koordinasikan teman-teman terkait untuk melakukan penataan. Bukan hanya personel, tetapi kantor. Dari 39 menjadi 42 SKPD,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengingatkan penempatan pejabat hasil penataan OPD di lingkup pemerintah daerah setempat harus berjalan secara profesional dan transparan. “Beberapa waktu lalu, sudah ada assesstment [penilaian] terhadap pejabat eselon II dan III di Pemkot Semarang. Jadi, kan sudah bisa dipetakan pembidangan masing-masing personel,” katanya.

Karena itulah, politikus PDI Perjuangan itu berharap hasil assesstment jajaran pejabat itu digunakan sebagai pertimbangan dalam penataan OPD atau struktur organisasi tata kerja (SOTK). Jadi, simpul dia, penempatan pejabat untuk mengisi posisi di masing-masing SKPD tidak semata-mata didasarkan atas faktor like and dislike atau unsur suka atau ketidaksukaan secara personal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).

Solusi Atasi Sampah, PLN Beli Listrik dari PLTSa Terbesar Se-Jateng di Solo

PT PLN membeli energi hijau yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Solo yang terakumulasi di TPA Putri Cempo,

Tips Pilih Perabotan Agar Apartemen Minimalis Bisa Terlihat Luas

Memilih furnitur yang tepat untuk apartemen minimalis menjadi salah satu opsi agar tempat tinggal terasa luas.

Alhamdulillah, Hasil PCR 2 Kali Negatif, Wali Kota Salatiga Sembuh dari Covid-19

Wali Kota Salatiga dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun istri dan anaknya masih positif.

Kontak dengan Pasien Covid-19, Kapan Waktu Tes Swab yang Tepat?

Tips kesehatan kali ini membahas tentang kapan waktu tes swab yang tepat untuk mendeteksi infeksi Covid-19.

Cegah Penularan Covid-19, Kru Angkutan Umum di DIY Divaksin Covid-19

Jasa Raharja menggandeng Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan DIY menggelar vaksinasi Covid-19 untuk kru angkutan umum di DIY.

Ganjar: Stok Oksigen di Jateng Aman, Rumah Sakit Tak Perlu Panik

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa stok oksigen di Jawa Tengah aman. Seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 tak perlu panik.