Penataan Koridor Jensud Solo Kelar Sebelum Natal, Lalu Lintas Lancar?
Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Tak hanya jalan layang (flyover) Manahan, Pemkot Solo memastikan proyek penataan koridor Jenderal Sudirman (Jensud) rampung sebelum Hari Raya Natal.

Kelarnya pengerjaan itu diharapkan bisa membuat arus lalu lintas di sepajang Jl. Jenderal Sudirman kembali lancar. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan proyek penataan koridor Jensud tahap pertama tahun anggaran 2018 selama ini menyebabkan arus lalu lintas di Jl. Jenderal Sudirman tersendat.

Pemkot Solo bahkan beberapa kali menerapkan perubahan majamenen rekayasa lalu lintas (MRLL) selama proyek berlangsung. “Penataan koridor ini dikerjakan spot per spot supaya tidak dilakukan penutupan jalan secara total. Jalan masih bisa dilalui dengan kondisi menyempit sehingga bikin arus lalu lintas padat,” katanya.

Merujuk kontrak kerja, proyek penataan koridor Jensud rampung sebelum Hari Raya Natal. Rampungnya pengerjaan penataan koridor Jensud tersebut bersamaan dengan pengoperasian jalan layang Manahan.

Secara otomatis, kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di Kota Bengawan bisa terurai, terutama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Pemkot memprediksi terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan yang melintas di Kota Bengawan selama arus libur Natal dan Tahun Baru.

“Libur Natal dan Tahun Baru di Solo bisa aman dan tidak ada kemacetan parah,” katanya.

Wali Kota akan memanfaatkan masa pemeliharaan guna menjaga kualitas proyek pembangunan penataan koridor Jensud. Penataan koridor Jensud pada tahun ini dilakukan dengan mengubah sisi luar (fasade) jalan dengan mengganti aspal dengan batu andesit.

Lokasi penataan itu dimulai di persimpangan Bank Indonesia (BI) hingga bundaran Tugu Pemandengan, sejauh sekitar 100 meter yang dimulai sejak September lalu.

Penataan koridor Jensud sekaligus sebagai upaya Pemkot menjadikan kawasan tersebut sebagai kota lama. Hal ini memperkuat bangunan lama di kawasan Jl. Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan penggantian aspal Jl. Jenderal Sudirman dikerjakan secara bertahap. Tahun ini sasaran pengerjaannya persimpangan BI hingga bundaran Tugu Pemandengan. Sedangkan sisanya akan diselesaikan tahun depan.

Bersamaan dengan penggantian aspal Jalan Jenderal Sudirman, jalur pedestrian di koridor setempat juga ikut ditata ulang. Dia mengatakan penataan ulang koridor Jensud bisa menjadikan ruas jalan utama Kota Solo itu lebih representatif sebagai lokasi penyelenggaraan seni budaya luar ruang.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom