Penasaran Lihat Air Terjun Pleret Jatingarang Sukoharjo, Begini Kondisinya
Kolam renang dan wahana permainan anak di pintu gerbang masuk wisata alam air terjun Pleret, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Foto diambil Sabtu (8/12/2018). (Istimewa/Sukardi)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo,  beberapa tahun belakangan ditemukan wisata alam air terjun Pleret. Desa Jatingarang terletak di ujung selatan Kabupaten Makmur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jateng dan Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Letaknya di simpang tiga tersebut menjadikan Jatingarang menjadi desa strategis.

Kepala Desa Jatingarang, Slamet Riyadi, menjelaskan air terjun Pleret terletak di Dukuh Kedungdowo RT 004/RW 006. Menurut dia, air terjun tersebut ditemukan sudah lama, tetapi baru dikembangkan menjadi wisata alam dua tahun terakhir.

“Lokasi wisata air terjun Pleret dibuka pada akhir 2016. Lokasi wisata merupakan tempat bersejarah dan konon air terjun Pleret menjadi tempat pelarian pejuang Indonesia di saat menghadapi penjajah. Berlindung di Pleret, para pejuang selamat,” ujar dia saat ditemui Solopos.com, Sabtu (8/12/2018).

Wisatawan yang ingin ke lokasi tersebut melalui jalan setapak sejauh 500 meter dengan lingkungan hutan Wonolestari. Slamet menyatakan pemerintah desa sudah meliriknya menjadi salah satu aset yang perlu dikembangkan dan menjadi penghasil pendapatan asli desa di tahun-tahun mendatang. Karenanya wisata alam air terjun Pleret dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

“Selama ini, BUMDesa baru mengelola unit jasa persewaan molen dan tleser. Ke depan, BUMDesa unit wisata akan mengelolanya dengan sistem bagi hasil dengan warga sekitar. Pengelola bagi hasil sudah disepakati tinggal pelaksanaan.”

Untuk memanjakan wisatawan, ujarnya, Pemerintah Desa Jatingarang telah menyediakan tanah kas desa di dekatnya untuk dibangun kolam renang dengan luas 200 meter persegi dan 100 m2. “Air dari wisata alam akan ditarik untuk mengisi kolam renang dan di kolam renang anak akan dilengkapi dengan wahana perosotan.”

Slamet menyatakan saat ini dikelola oleh masyarakat sekitar. Diakuinya, wisatawan yang datang belum banyak seperti lokasi wisata di daerah lain. “Pengunjung paling ramai di hari Minggu walau keseharian juga ada pengunjung yang datang. Objek wisata air terjun akan menjadi magnet karena di sekitarnya pengunjung bisa menikmati wisata khas, seperti sendang 7, makam leluhur Purwoto Sidiq, situs Watukelir, kerajinan ukir tatah, kerajinan kendang, sanggar budaya karawitan dan makanan khas Watukelir, alakatak, lentho, dan kerupuk abang.”

Ada beberapa lokasi wisata dengan tiket masuk berbeda. Seperti wahana permainan dengan tiket masuk Rp2.000, lokasi parkir sepeda motor ditarik tiket Rp2.000 per unit dan mobil Rp5.000/unit. Pengelolaan parkir, saat ini ditangani oleh karang taruna setempat. Selain wahana permainan, kolam renang juga akan dilengkapi dengan spot swafoto atau foto selfi dan dibuat menara yang bisa melihat Kabupaten Klaten, Kota Solo, Gunung Merapi dan sebagainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom