Penasaran, Bagaimana Menyulap Embung Tua di Klaten menjadi Wahana Kekinian?
Embung di Taskombang berlatar belakang Gunung Merapi, Minggu (16/12).(Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Taskombang menjadi salah satu desa di Kecamatan Manisrenggo, Klaten. Sebagian warga di desa ini biasanya mengandalkan hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Areal pertanian di desa tersebut seluas 100 hektare. Salah satu andalan Pemerintah Desa (Pemdes) Taskombang juga mengandalkan sewa lahan kas desa. Dalam setahun, hasil sewa lahan kas desa senilai Rp250 juta.

Menyikapi perkembangan zaman, Pemdes Taskombang bertekad terus meningkatkan pendapat asli desa (PA Desa). Guna mewujudkan hal tersebut, Pemdes Taskombang bersama warganya membangun embung di Taskombang. Embung yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda ini diproyeksikan dapat meningkatkan PA Desa berlipat-lipat di waktu mendatang.

Kebetulan di desa kami ada embung yang usianya sudah tua. Di musim hujan, embung ini terisi air. Tapi di musim kemarau, volume air di embung itu menyusut drastis. Dari keberadaan embung ini, kami mengembangkannya sebagai andalan wisata air ke depan,” kata Kepala Desa (Kades) Taskombang, Aris Sumarno, kepada Espos, Jumat (21/12).

Aris Sumarno mengatakan pembangunan embung menggunakan dana desa. Total anggaran yang dibutuhkan senilai Rp1,2 miliar. Pembangunan embung dilakukan secara multiyears. Di mulai tahun 2018 dan berakhir di tahun 2020.

Setiap tahunnya, kami menganggarkan senilai Rp400 juta. Embung itu berukuran 50 meter x 50 meter. Nantinya, embung akan dilengkapi dengan wahana lainnya, seperti jembatan, menara alias gardu pandang, kolam renang anak dan dewasa. Diharapkan, embung dapat mengairi areal pertanian seluas 60-an hektare,” katanya.

Taskombang memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.665 jiwa. Taskombang terdiri dari 18 dukuh. Masing-masing dukuh itu, yakni Matmajan, Barepan, Sorowijan, Karang, Kalongan, Krajan, Bubulan, Jumblengan, Taskombang, Klenisan, Gelap, Dawung, Grojogan, Cageran, Tegalpasiran, Ngemplak, Joho, dan Dendan.

Di beberapa dukuh itu ada potensinya, seperti keripik belut, emping melinjo, aneka makanan, dan hasil kerajinan. Keberadaan embung yang baru nanti diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warga. Hal paling pokok lagi, semoga PA Desa bisa naik hingga tiga kali lipat,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom