Tutup Iklan
Sukarelawan mengangkut bantuan ke salah satu desa di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, menggunakan perahu karet, Kamis (7/3/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro menyatakan penanganan seluruh korban -madiun-banjir-gubernur-jatim-minta-solusi-ke-menteri-pupr" title="Tol Madiun Banjir, Gubernur Jatim Minta Solusi ke Menteri PUPR">bencana banjir bandang di Kabupaten Madiun sudah selesai. Saat ini sebagian pengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Dia menyampaikan untuk posko pengungsian tidak difokuskan di satu lokasi melainkan di setiap kantor desa dan kantor kecamatan. Mengenai jumlah pengungsi, Kaji Mbing, sapaan akrabnya, mengakui memang tidak terdata.

Pola penanganan mengikuti keinginan para korban. Artinya para korban bisa mengungsi di berbagai tempat tergantung kenyamanannya. Yang jelas, pemerintah menyiapkan segala kebutuhan logistik seperti makanan dan obat-obatan.

"Untuk evakuasi saat ini sudah selesai. Kemarin ada tiga desa. Tapi sudah selesai ditangani," ujar dia, Jumat (8/3/2019).

Untuk pengungsi yang saat ini masih bertahan di posko -darurat-bencana-banjir-madiun-berlangsung-2-pekan" title="Status Darurat Bencana Banjir Madiun Berlangsung 2 Pekan">pengungsian terdata ada di Kantor Desa Glonggong, Kantor Desa Garon, dan kantor Kecamatan Balerejo.

Pemerintah kabupaten saat ini fokus menangani evakuasi dan rehabilitasi korban. Setelah proses penangangan korban selesai, baru akan dilakukan rekonstruksi dan pendataan kerugian.

"Selama 14 hari masa -jatim-ungkap-banjir-rendam-15-kabupaten-terparah-di-madiun" title="BPBD Jatim Ungkap Banjir Rendam 15 Kabupaten, Terparah di Madiun">darurat bencana. Kami siap menyuplai makanan dan obat-obatan," ujar Kaji Mbing.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten