Penambangan Ilegal Klaten Digerebek Polisi, 4 Orang Dijebloskan ke Penjara 

Aparat Polres Klaten menangkap empat penambang ilegal di Bandungan, Jatinom, Klaten, belum lama ini. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. 

Penambangan Ilegal Klaten Digerebek Polisi, 4 Orang Dijebloskan ke Penjara 

SOLOPOS.COM - Seorang warga melihat alat berat di Mapolres Klaten yang menjadi barang bukti kasus penambangan ilegal, Kamis (29/8/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Aparat Polres Klaten menangkap empat penambang ilegal di Bandungan, Jatinom, Klaten, belum lama ini. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. 

Informasi yang dihimpun Solopos.com, para penambang ilegal itu diringkus saat menambang galian C di Bandungan, Jatinom, Rabu (31/7/2019) pagi. Para penambang ilegal itu menambang di lahan seluas 400 meter persegi di Bandungan, Jatinom. 

Lahan tersebut milik warga Mojopuro, Beteng, Jatinom, berinisial TU. Pengungkapan kasus penambangan ilegal bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas ilegal tersebut. 

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kemudian menginstruksikan tim gabungan beranggotakan 30 polisi guna menggerebek lokasi penambangan ilegal, Rabu (31/7/2019) pukul 09.00 WIB. Tim gabungan dipimpin Kabagops Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman. 

Di lokasi penambangan ilegal itu, anggota polisi sempat melihat sejumlah penambang ilegal. Polisi menangkap dan menetapkan empat tersangka, masing-masing tersangka, yakni ER (warga Boyolali), SO, RO, EA. 

Selain dari Boyolali, para tersangka juga berasal dari Klaten dan Magelang. Dua tersangka berperan sebagai operator alat berat sedangkan dua orang lainnya sebagai petugas administrasi jual beli hasil penambangan dan sebagai penanggung jawab. 

“Yang kami tangkap, mereka yang benar-benar terkait dengan penambangan ilegal berskala besar. Tak ada perlawanan apa pun dari para tersangka saat ditangkap. Mereka sudah beroperasi selama dua hari hingga tiga hari sebelum ditangkap,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (29/8/2019). 

AKP Dicky Hermansyah mengatakan barang bukti yang disita dari para tersangka, di antaranya dua alat berat, dua truk, dan nota pembelian. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 158 UU No. 4/2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

“Biasanya, para tersangka menjual hasil penambangan galian C [di antaranya pasir] senilai Rp800.000 per rit. Hingga hari ini, para tersangka masih kami tahan di Mapolres Klaten. Semua tersangka dalam kondisi sehat,” katanya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.