Penambang Klaten Ngotot Tolak Normalisasi Kali Woro

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KLATEN — Penambang tradisional Klaten bersikeras menolak rencana normalisasi di alur Kali Woro  wilayah Desa Sidorejo dan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. Guna menegaskan sikap mereka terkait proyek infrastruktur itu, para penambang menggelar aksi di alur kali wilayah Dukuh Bono, Desa Sidorejo, Jumat (20/4/2018).

Mereka membentangkan empat spanduk dengan panjang masing-masing sekitar 25 meter. Spanduk-spanduk itu bertuliskan penolakan normalisasi infrastruktur pertanian itu beserta tanda tangan penambang tradisional. Sekitar 1.000 orang bertanda tangan pada spanduk-spanduk itu.

Salah satu penambang tradisional Kali Woro, Sugino, 45, mengatakan aktivitas pertambangan sudah dilakukan warga di wilayah Desa Sidorejo sejak 1998. “Sebelum dibuka kegiatan pertambangan di wilayah ini sering terjadi kerusuhan dan pencurian. Punya ayam satu saja setiap saat harus ditengok karena khawatir hilang. Setelah dibuka pertambangan, otomatis [pencurian] itu hilang. Biaya anak kami sekolah juga dari sini. Sebelum ada tambang rata-rata warga buta huruf,” kata warga Dukuh Pancasan, Desa Sidorejo, saat ditemui wartawan di sela-sela aksi.

Menambang menjadi satu-satunya andalan mencukupi kebutuhan hidup. Dalam sehari, Sugino mendapat penghasilan Rp60.000-Rp70.000. Hasil perkebunan tak bisa diandalkan dengan alasan kondisi lahan gersang.

Sugino menuturkan normalisasi menggunakan alat berat berpotensi mengeruk seluruh material berupa pasir dan batu. Para penambang tradisional Kali Woro khawatir tak bisa lagi menambang lantaran material sudah dikeruk dan dikeluarkan dari alur kali.

“Anak saya ada dua, satu kuliah dan satu masih kelas V SD. Kalau tidak bisa lagi menambang, bagaimana masa depan anak-anak saya?” katanya.

Penambang tradisional lainnya, Widodo, 40, menjelaskan di alur Kali Woro wilayah Dukuh Bono ada 680 penambang tradisional. Mereka tak hanya dari wilayah Sidorejo melainkan dari desa atau kecamatan lainnya hingga luar kabupaten seperti Boyolali.

“Jangankan dikeruk menggunakan ekskavator kemudian material dibawa pergi, dikeruk terus tidak dibawa pergi saja kami tidak terima, tidak boleh. Sedikit banyak hasil yang diperoleh dari sini utamanya untuk kepentingan mencerdaskan anak-anak kami. Makanya, kami orang tua tetap bertahan di sini,” katanya.

Para penambang belum mendapat kabar soal sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi rencana normalisasi dua pekan lalu. Ia mengatakan selain tanda tangan pada spanduk, para penambang juga membubuhkan tanda tangan yang dijadikan dalam satu buku.

Rencananya, buku berisi penegasan penolakan warga itu diserahkan ke perusahaan atau instansi terkait rencana normalisasi. “Saat sosialisasi itu kami meminta ada bukti hitam di atas putih. Namun, sampai sekarang bukti itu tidak ada,” katanya.

Rencana normalisasi Kali Woro sebelumnya disosialisasikan di Kantor Desa Sidorejo, Sabtu (7/4/2018). Sosialisasi dilakukan PT Apollu Nusa Konstruksi yang bakal melakukan pemeliharaan Kali Woro setelah mendapat rekomendasi teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Rencana normalisasi dilakukan di alur Kali Woro sepanjang 1,6 km dengan menata material yang masih ada di sepanjang alur kali agar dam yang sudah dibangun berfungsi sebagai penahan lahar hujan dari puncak Gunung Merapi.

Kepala BBWSSO, Tri Bayu Adji, menjelaskan rencana kegiatan di alur Kali Woro bukan normalisasi melainkan pemeliharaan. Lantaran keterbatasan pendanaan, pemeliharaan dikerjasamakan dengan pihak ketiga menyesuaikan dengan kebutuhan BBWSSO.
Proses pemeliharaan dilakukan dengan menyingkirkan material sepanjang alur kali ke tepian. Pengeluaran material sisa pemeliharaan dari alur kali harus ada izin dari pemerintah provinsi dalam hal ini di Kali Woro masuk kewenangan otoritas Jawa Tengah.

“Jadi izin rekomendasi dari balai besar hanya memelihara sungai. Hasil pemeliharaan ditumpuk di kanan dan kiri sungai. Apabila ada pihak lain yang ingin memanfaatkan hasil pemeliharaan harus mengajukan izin ke Semarang. Kalau dia tidak punya izin dan mengambil material itu, artinya sudah melanggar hukum,” katanya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Unik, 200 Santri Ponpes Ini Menyatu dengan Alam dan Memelihara Hutan

Salah satu alasan pemilihan ponpes itu di tengah kawasan hutan yakni menyelaraskan diri dengan alam.

PSG Menang Dramatis atas Lyon, Messi Belum Bertaji

Gol Mauro Icardi mengantarkan Paris Saint-Germain memetik kemenangan dramatis 2-1 atas Olympique Lyon.

Teka-Teki Pria Meninggal Saat Live TikTok di Jatinegara

Polisi enggan menyimpulkan apakah minuman keras dan obat-obatan tersebut ada kaitannya dengan peristiwa kematian korban.

PM Spanyol Tunda ke Acara PBB Gara-Gara Gunung Meletus

Kepala wilayah Canaries, Angel Victor Torres, menyebut wilayah di Gunung Cumbre Vieja sangat jarang ditinggali penduduk.

Chelsea ke Puncak Klasemen Seusai Bekuk Tottenham, Tuchel Girang

Chelsea bermain apik sangat menundukkan Tottenham Hotspur 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris di London.

Satpol PP Sukoharjo Gencar Patroli Prokes Selama PPKM Level 3, Begini Hasilnya

Petugas Satpol PP Sukoharjo tetap gencar melakukan patroli protokol kesehatan atau prokes di berbagai penjuru wilayah selama PPKM level 3.

PDIP Sragen Sumbang 10.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga, Bupati Ikut Nyuntik

DPC PDIP Sragen menyumbang 10.000 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat yang didanai dari semua anggota FPDIP di DPRD.

Warga Gempol Klaten Raup Jutaan Rupiah dari Usaha Maggot, Masalah Sampah Pun Kelar

Warga Desa Gempol, Karanganom, Klaten, tak hanya meraup untuk menjanjikan dari usaha budidaya maggot tapi juga menyelesaikan masalah sampah.

Rumah Dibongkar, Seratusan Warga 4 RW di Semanggi Solo Dapat Bantuan Rp5 Juta

Seratusan warga empat RW di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang rumahnya dibongkar mendapatkan bantuan Rp5 juta.

Irjen Napoleon Disebut Lumuri Tubuh Muhammad Kece dengan Kotoran

Napoleon menyebut perbuatan Muhammad Kece sangat membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Wow, Desa Tawangsari Boyolali Jadi Rujukan Studi Banding

Skala prioritas utama program pembangunan Desa Tawangsari berdasarkan kehendak rakyat.

Bantu Luluskan PKH, Kube Rejo Mulyo Koripan Karanganyar Dapat Tambahan Modal Rp20 Juta

Kube Rejo Mulyo Koripan Karanganyar yang beranggotakan para penerima bantuan PKH mendapat tambahan modal untuk pengembangan usaha.

1.954 Peserta Perebutkan 235 Formasi di Seleksi CPNS Salatiga

Sebelum menggelar tes, panitia menggelar simulasi untuk memastikan kesiapan panitia dalam menghadapi ribuan peserta.

Operasi Patuh Candi Boyolali Dimulai Senin, Pelanggar Prokes dan Lalu Lintas Jadi Sasaran

Polres Boyolali siap menggeber Operasi Patuh Candi 2021 dengan sasaran pelanggaran protokol kesehatan dan aturan lalu lintas.

Hasil Liga 1 2021-2022: Tundukkan Arema Malang 2-1, PSS Sleman Raih Poin Penuh

Arema Malang unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Johan Ahmad Alfarizi menit ke 35

Ladies, Begini Cara Merawat Payudara Agar Tetap Kencang dan Sehat

Ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda coba supaya payudara tetap kencang dan sehat.