Polisi mengamati dua mobil yang terlibat kecelakaan di jalan tol jalur A Km 483, Dukuh/Desa Metuk, Mojosongo, Boyolali, (Senin (13/5/2019). (Istimewa/Polres Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jalur tol Trans Jawa, khususnya di kilometer 480-kilometer 483 wilayah https://soloraya.solopos.com/read/20190516/492/992524/rusak-parah-jalur-pendakian-merbabu-boyolali-ditutup-sebulan" title="Rusak Parah, Jalur Pendakian Merbabu Boyolali Ditutup Sebulan">Boyolali menjadi salah satu lokasi yang rawan kecelakaan. Para pemudik diminta berhati-hati saat melintas kawasan tersebut.

Berdasarkan catatan Polres Boyolali, di sepanjang jalur tersebut sudah terjadi tiga kali kecelakaan lalu lintas sejak Januari hingga medio Mei 2019. Tiga kecelakaan itu mengakibatkan tiga nyawa melayang.

“Kami mengimbau para pengguna jalan berhati-hati selama menempuh perjalanan, terlebih pada kilometer 480-kilometer 483 Boyolali. Di lokasi ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan dan tiga orang meninggal dunia di lokasi itu,” ujar Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer saat ditemui wartawan di sela-sela peninjauan jalan tol di sekitar rest area di kilometer 487 Boyolali, Selasa (21/5/2019).

Menurut perempuan yang akrab disapa Febby ini penyebab kecelakaan tersebut adalah kondisi jalan yang mulus sehingga membuat pengemudi terlena. “Jalannya di sana mulus sehingga mungkin pengemudi terlena dan kurang waspada,” ujarnya didampingi Kanit Dikyasa Ipda Winarsih dan Kanit Lakalantas Ipda Utomo.

Selain itu, kondisi https://soloraya.solopos.com/read/20190515/492/992231/bubarkan-balap-liar-di-alun-alun-kidul-boyolali-polisi-sita-24-motor" title="Bubarkan Balap Liar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Polisi Sita 24 Motor">kendaraan yang tidak prima juga menjadi penyebab kecelakaan. Karenanya, dia juga mengimbau pemudik memastikan mobil dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.

“Benar-benar dipastikan kondisi kendaraannya agar dalam kondisi fit tidak terjadi masalah yang bisa membahayakan, misalnya pecah ban seperti yang terjadi beberapa waktu lalu itu kan berbahaya sekali,” tandasnya.

Di sisi lain, Satlantas memperkirakan selepas pintu keluar tol Mojosongo akan terjadi penumpukan kendaraan. Hal ini disebabkan jalur yang sempit dan adanya pertemuan https://soloraya.solopos.com/read/20190512/492/991525/2-warga-tertimpa-longsor-penambangan-sukabumi-boyolali-dihentikan-sementara" title="2 Warga Tertimpa Longsor, Penambangan Sukabumi Boyolali Dihentikan Sementara">kendaraan dari jalur arteri (jalan Solo-Semarang).

Karenannya, polisi bersama pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) mendirikan pos pantau dengan personel yang akan mengurai lalu lintas jika terjadi penumpukan atau kemacetan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten