Pemudik dari Jabodetabek di Terminal Tirtonadi Solo Minim
Bus di Terminal Tirtonadi Solo. (Solopos/dok)

Solopos.com, SOLO – Jumlah bus yang melalui Terminal Tirtonadi Solo menurun hingga 50  persen seusai status KLB corona ditetapkan. Jumlah pemudik asal Jabodetabek dengan tujuan akhir Kota Solo juga ikut menurun.

Koordinator Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto, kepada Solopos.com, Jumat (27/3/2020) mengatakan hampir tidak ada pemudik dari Jabodetabek sejak penetapan status KLB.

Menurutnya, penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi Solo dari Jabodetabek tetap masih ada namun jumlahnya sangat kecil.

Gawat! 1 Hari 969 Pasien Corona Italia Meninggal

“Hanya satu dua orang saja tiap bus yang turun di Solo. Mungkin dengan status KLB para penumpang tidak berhenti di Solo. Melainkan menuju daerah masing-masing seperti Wonogiri dan Pacitan. Petugas kan paham mana pemudik atau bukan. Para penumpang yang turun di Solo biasa saja tidak membawa tas-tas besar seperti pemudik pada umumnya,” ujarnya.

Joko menjelaskan dalam 24 jam hanya 10 bus saja di Terminal Tirtonadi Solo yang berasal dari Jabodetabek.

Menurutnya, setiap perusahaan bus hanya memberangkatkan dua atau tiga bus saja ke Ibu Kota seusai mewabahnya virus corona. Lantas, dalam 24 jam rata-rata hanya 10 orang saja yang turun di Kota Solo.

Pakar Matematika UNS Solo: Wabah Corona di Indonesia Bisa Berhenti dalam 100 Hari, Jika...

“Mungkin hanya urusan bisnis saja untuk ke Kota Solo para penumpang itu. Orang yang menggunakan bus kan orang-orang terdesak untuk ke luar rumah. Kalau di Wonogiri mencapai ribuan orang pemudiknya itu benar, fasilitasnya [bus] saja berasal dari sana,” imbuh dia.

Penumpang Bus Disterilkan

Ia menambahkan telah menyiagakan petugas penyemprotan di tempat kedatangan bus dari Jabodetabek di Terminal Tirtonadi Solo.

Menurutnya, petugas akan menyemprot penumpang dengan cairan disinfektan sebagai langkah sterilisasi.

Ini Resep Bubur Ketan Hitam Pengusir Wabah Corona Ala Mahamenteri Keraton Solo

Ia menegaskan entah pemudik atau bukan, para penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi Solo tetap akan disterilkan dan diarahkan untuk mencuci tangan.

Ia menjelaskan penurunan pengguna bus juga dimanfaatkan petugas untuk menerapkan aturan jaga jarak di dalam bus.

Ia mengaku telah mengimbau perusahaan bus untuk menerapkan aturan menjaga jarak fisik antar-penumpang.

Jateng Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona

“Sekalian saja jumpah penumpang tiap bus kan tidak ada setengahnya, jadi diatur jaraknya saja di dalam bus. Lalu, ruang tunggu terminal pun kami atur jarak tiap kursinya,” papar dia.

Ia menyebut ketersediaan wastafel dan hand sanitizer di Terminal Tirtonadi Solo sangat cukup untuk digunakan.

Menurutnya, awalnya petugas perlu menginformasikan Terminal Tirtonadi Solo dilengkapi sarana mencuci tangan demi menjaga kesehatan.

Tetapi, saat ini kesadaran masyarakat sudah bertumbuh seolah mencuci tangan merupakan kewajiban.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho